Gempa Pasbar, Korban Jiwa Bertambah, PMI Inventarisir Kebutuhan Pengungsi

56
Korban gempa Pasbar yang dievakuasi ke pusat kesehatan umumnya menderita luka-luka akibat ditimpa reruntuhan bangunan.

Warga Kecamatan Talamau Kabupaten Pasbar (Pasaman Barat) saat ini membutuhkan tenda pengungsian (tenda barak dan tenda keluarga), terpal,  tenaga kesehatan, dapur umum, makanan siap saji, air minum, selimut, tikar, dan family kit.

‘’Kami memperkirakan ada sekitar 5.000 warga yang telah berada di tempat-tempat pengungsian. Catatan kita ada 35 titik pengungsian yang sudah berdiri. Dan dari pihak PMI Kabupaten Pasbar bersama stakeholder sudah mendirikan pos kesehatan di Puskesmas Kajai dan Puskesmas Talu, beserta dapur umum,” ujar Kepala Markas PMI Pasbar, Rida Warsa, Jumat sore.

Kendala lapangan yang dirasakan saat ini yakni komunikasi selular terputus. Dan jaringan listrik juga terputus, yang akan berdampak pada malam nantiPencarian korban diduga tertimpa reruntuhan terus dilakukan, dan melakukan evakuasi ke pusat kesehatan terdekat. Sekaligus dilakukan upaya pembersihan jalan dari material yang ada.

Sementara itu, Wabup Pasbar Risnawanto mengimbau seluruh warga, khususnya yang berada di pusat terjadinya gempa yakni di Kecamatan Talamau, agar tetap tenang, jangan panik menghadapi musibah ini.

Baca Juga:  Sumatera Bike Week V, Ribuan Bikers Touring Menuju Kota Bukittinggi

“Kami juga meminta warga mengungsi ke tempat yang aman dan lapang. Pemkab Pasaman Barat selalu berkoordinasi dengan semua potensi yang ada untuk menanggulangi dampak gempa yang terjadi pagi tadi. Seluruh pejabat terkait saat ini juga sudah berada di Talamau, guna mempercepat koordinasi di lapangan. Siap menampung semua aspirasi masyarakat terkait bencana ini,” ujar Risnawanto.

Sebelumnya, terjadi gempa dengan kekuatan 6,2 SR dan beberapa gempa susulan yang juga cukup kuat yang berpusat di Talamau Pasbar. “Kami terus melakukan upaya evakuasi dengan ambulance, juga melakukan assessment, pendirian tenda pos kesehatan, dan pendistribusian terpal,” ujar Rida.

Data sementara korban meninggal bertambah menjadi 6 orang, kemudian warga mengalami luka parah sebanyak 11 orang, luka ringan 52 orang. Kemudian bangunan yang rusak antara lain, rumah warga rusak berat sekitar 100 unit, rusak ringan lebih dari 300 unit. Sarana umum seperti masjid, musala, dan perkantoran rusak berat belum diketahui jumlahnya. (*)