Kinerja PT BPR Batang Kapas, Aset Tumbuh 9,65%, Laba Tumbuh Double Digit

32

Ketika sebagin besar lembaga keuangan mengalami flutuatif kinerja di tahun 2021 justru PT BPR Batang Kapas terlihat konsisten bertumbuh double digit. Seluruh indikator usaha bertumbuh dengan baik. Mulai aset, realisasi kredit, dana pihak ketiga. Begitu juga dengan kualitas aset, ratio Non Performance Loan menurun dan ratio Biaya Operasional berbanding Pendapatan Operasional (BOPO) pun turun cukup signifikan.

“Alhamdulilah tahun 2021 kita di BPR Batang Kapas masih mampu mempertahankan kinerja terbaiknya. Seluruh indicator usaha bertumbuh double digit. Total asset tercapai Rp 38,53 Miliar, realisasi kredit sebanyak Rp 28,50 Miliar dan Dana Pihak Ketiga sebanyak Rp 29,94 Miliar. Sementara itu kualitas aset PT BPR Batang Kapas tahun 2021 ini juga relatif lebih baik dibandingkan dengan tahun 2020 yang lalu. Ratio Non Perfomance Loan menurun ke 3,64 persen dan ratio Biaya Operasional berbanding Pendapatan Operasional (BOPO) turun tajam menjadi 83,34 persen. Rentetan kinerja yang bagus inilah mengkatrol laba hingga naik menjadi Rp 759 Juta atau tumbuh 10 persen secara year on year,” ujar Direktur PT BPR Batang Kapas, Afriani.

Menurut Afriani, bertumbuh double digit memang sudah menjadi target manajemen PT BPR Batang Kapas di tahun 2021. Target ini juga dituangkan dalam rencana bisnis bank. Untuk mewujudkan pertumbuhan tersebut sejumlah langkah strategis disiapkan mulai dari memaksimalkan kredit, dana pihak ketiga dan pengendalian biaya. Alhamdulillah, rencana itu berjalan dengan baik dan laba bersih usaha berhasil ditingkatkan.

Aset, Dana dan Biaya

Secara kinerja Aset, manajemen PT BPR Batang Kapas dapat sedikit lega di tahun 2021. Hingga akhir tahun 2021 tercatat total aset sebanyak Rp 38,53 Miliar atau tumbuh 9,65 persen secara year on year.

Merangkak naiknya realisasi asset terjadi seiring membaiknya peran intermediasi di PT BPR Batang Kapas. Baik dalam menghimpun dana public maupun dalam mendistribusikan kembali berbentuk kredit.

Selama tahun 2021 total dana pihak ketiga yang mampu dihimpun tercatat sebanyak Rp29,94 Miliar atau tumbuh 12,68 persen secara year on year. Dari dua produk penghimpun dana, keduanya sama sama menghasilkan pertumbuhan. Total dana tabungan yang mampu dihimpun hingga akhir tahun 2021 tercatat sebanyak Rp 10,48 Miliar atau tumbuh 12,69 persen secara year on year. Begitu juga dengan dana Deposito. Selama tahun 2021 tercatat dana deposito sebanyak Rp 19,46 Miliar atau tumbuh 12,68 persen secara year on year.

Baca Juga:  Marawa Beach Club Memilih Layanan Premium PLN, Ini Alasannya...

Jika aset dan Dana Pihak Ketiga bertumbuh double digit, realisasi biaya justru sebaliknya. Beban bunga kontraktual yang musti dibayarkan BPR Batang Kapas selama tahun 2021 tercatat sebanyak Rp 1,48 Miliar atau turun 10,84 persen secara year on year. Sedangkan beban operasional sampai akhir tahun 2021 tercatat sebanyak Rp 4,35 Miliar atau turun 2,03 persen secara year on year.

Kredit dan Pendapatan

Sama halnya dengan dana pihak ketiga, kinerja kredit PT BPR Batang kapas ditahun 2021 juga tak kalah lebih baik. Total kredit yang mampu disalurkan hingga akhir tahun 2021 tercatat sebanyak Rp 28,50 Miliar atau tumbuh 6,22 persen secara year on year.

Bertumbuhnya realisasi kredit tentulah berdampak positif pada kinerja pendapatan. Pendapatan bunga kontraktual selama tahun 2021 tercatat sebanyak Rp 5,11 Miliar sedangkan pendapatan lainnya sebesar Rp 107 juta. “Secara akumulasi total pendapatan yang mampu dibukukan hingga akhir tahun 2021 tercatat sebanyak Rp 5,22 Miliar.

NPL, BOPO dan Laba

Tak hanya sukses dari sisi kinerja usaha. PT BPR Batang Kapas ditahun 2021 ini juga terlihat berhasil memperbaiki kualitas assetnya. Sejumlah indicator utama terlihat kian membaik. Mulai dari semakin bagusnya kualitas kredit pasca menurunya ratio Non performance Loan ke angka 3,64 persen.

Begitu juga dengan rayio biaya. Sepanjang tahun 2021, biaya operasional bisa dikendalikan dengan baik. Buktinya, ratio Biaya Operasional berbanding Pendapatan Operasional (BOPO) berhasil diturunkan hingga ke 83,34 persen. Membaiknya kualitas kredit dan terkelola dengan baiknya biaya operasional inilah membuat ratio Return on Asset (RoA) tercapai 2,38 kali.

“Kredit yang meningkat, NPL yang menurun, BOPO yang mengecil inilah memberikan dampak positif pada kinerja laba. Laba bersih usaha berhasil ditingkatkan dari Rp 690 Juta ditahun 2020 meningkat menjadi Rp 759 Juta ditahun 2021 atau tumbuh 10 persen secara year on year”, ujar Afriani.

PT BPR Batang Kapas merupakan salah satu BPR yang beroperasional diwilayah Kabupaten Pesisir Selatan. BPR Batang Kapas secara organisasi berada dibawah binaan Bank Nagari. Secara kinerja BPR ini terbilang konsisten dan selalu berkinerja bagus.

Sejumlah apresiasi pernah diraih. Mulai dari Infobank Award hingga ke apresiasi lainnya.
“Alhamdulillah tahun 2021 kita masih mampu bertumbuh dengan baik. Semoga tahun 2022 ini PT BPR Batang Kapas bisa jauh lebih baik lagi. Untuk itu kami membutuhkan dukungan dari semua pihak,” tukas Afriani. (two)