Jangan Gengsi Status Daerah Berubah

ilustrasi. (IST)

Ribuan sampel swab diperiksa Tim Laboratorium Diagnostik dan Riset Terpadu Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas dan Balai Penyidikan dan Pengujian Veteriner Wilayah II Baso setiap harinya. Meski begitu, sejumlah daerah tercatat sangat sedikit bahkan sepekan terakhir tidak mengirimkan sampel swab untuk diperiksa.

”Kondisi itu dikhawatirkan menjadi bom waktu untuk ledakan kasus Covid-19 untuk daerah yang sangat sedikit mengirimkan sampel,” sebut Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumbar, Jasman Rizal kepada Padang Ekspres, tadi malam (24/8).

Ia menilai, masih banyak kepala daerah yang berupaya mempertahankan status daerahnya, baik itu di zona kuning maupun zona hijau. Seharusnya pemerintah kabupaten/ kota tidak gengsi jika di daerahnya ditemukan kasus positifnya meningkat. ”Seharusnya setiap daerah banyak mengirimkan sampel swab untuk diperiksa. Daerah jangan gengsi dan berupaya mempertahankan status daerah di zona nyaman,” ujarnya.

Ia menyebut, terdapat tiga daerah yang sangat sedikit sekali mengirimkan sampel swab untuk diperiksa, yakni Pasaman, Kepulauan Mentawai dan Solok Selatan. Ketiga daerah tersebut saat ini masuk dalam zona hijau. Namun, daerah yang berstatus zona kuning juga masih ada yang sangat sedikit mengirimkan sampel swab.

Pihaknya juga sudah menyurati daerah-daerah yang minim melakukan swab tes tersebut, ditembuskan ke Dinas Kesehatan per daerah dan ke kepala daerah. ”Untuk itu, kami meminta agar seluruh daerah massif melakukan tes swab sehingga penyebaran virus bisa dicegah,” imbaunya.

Data dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumbar, evaluasi testing rate mingguan sesuai target WHO 1/ 1.000 × jumlah penduduk per minggu. Pasaman target per minggu 284, capaian 9, Solok Selatan target per minggu 174, capaian 2 dan Mentawai target per minggu 94, capaian 22. Secara proporsi tes, hampir semua belum mencapai target yang ditetapkan WHO.

Dari data yang diperoleh, terakhir terhitung 23 Agustus 2020 Pasaman dan Solsel masih nol kasus terkonfirmasi positif. Sementara Mentawai terkonfirmasi satu orang. Sementara persentase poporsi tes Pasaman hanya 0,71 dari jumlah penduduk atau hanya 2.012 sampel, Mentawai hanya 1,94 persen atau total sampel 1.818 sampel, begitu juga dengan Solok Selatan, hanya 1,45 total 2.514 sampel.

Untuk itu, ia mengimbau, daerah-daerah yang sedikit mengirimkan sampel tersebut agar proaktif melakukan swab tes sesuai yang sudah ditargetkan. Saat ini ada tujuh daerah berstatus zona oranye yakni, Kabupaten Solok, Padang, Bukittinggi, Tanahdatar, Sawahlunto, Agam dan Kota Solok. Daerah-daerah ini terbilang massif mengirimkan sampel swab.

Kemudian, terdapat sembilan daerah berstatus zona kuning yakni, Limapuluh Kota, Padangpanjang, Payakumbuh, Pariaman, Padangariaman, Dharmasraya, Sijunjung, Pesisir Selatan dan Pasaman Barat. Dari data, masih ada daerah zona kuning yang sedikit mengirimkan sampel swab. Kemudian, tiga daerah lainnya berstatus zona hijau yakni, Pasaman, Kepulauan Mentawai dan Solok Selatan.

Menyikapi itu, Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Mentawai, Lahmuddin Siregar membantah, kalau pihaknya tidak pernah mengirim hasil swab tes atau RT-PCR sejak satu bulan belakangan. Dia menegaskan bahwa tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kepulauan Mentawai rutin melakukan pengambilan sampel melalui swab tes atau RT-PCR.

”Tidak benar itu, kalau Mentawai dibilang tidak ada mengirim sampel swab. Hari ini (kemarin, red), saja kita masih tetap melaksanakan swab tes untuk tracing dan juga bagi pelaku perjalanan ke luar dan masuk Mentawai,” ungkapnya.

Diakuinya, pihaknya memang masih kesulitan dalam melakukan rapid tesi bagi pelaku perjalanan, disebabkan terbatasnya logistik rapid test itu sendiri. Meski begitu, untuk pengambilan swab tes hampir tidak ada kendala berarti. Pihaknya mengaku, tetap konsisten dalam melaksanakan swab tes bagi masyarakat sebanyak tiga kali dalam sepekan. Terutama, bagi pelaku perjalanan yang akan ke luar dan telah kembali ke Mentawai.

”Kita masih melakukan swab tes secara gratis kepada pelaku perjalanan ke luar Mentawai yang berkenan. Artinya, tidak ada paksaan. Hanya saja, bagi orang pelaku perjalanan yang masuk ke Mentawai, namun, tidak bisa menunjukkan salah satu dari hasil tracing Covid-19, baik itu hasil rapid test negatif dan swab tes negatif, sesampai di Mentawai, maka akan kita arahkan untuk melakukan swab tes,” pungkasnya

Baca Juga:  Asuransi Astra Padang Bagikan Masker Ramah Tuli dan Sembako

Positif Bertambah
Sementara itu, satu orang warga Pasaman Barat dinyatakan positif Covid-19 setelah melakukan perjalanan ke luar Sumbar. Saat ini, pasien itu sedang isolasi mandiri di rumahnya dan dalam kondisi sehat. ”Ya, benar ada warga kita yang diketahui positif Covid-19. Pasien itu diketahui setelah ada hasil tes usap mandiri di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Padang. Sebelumnya, pasien itu pulang dari Pulau Jawa,” kata Bupati Pasaman Barat Yulianto didampingi Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Edi Busti dan Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Percepatan Covid-19 Pasaman Barat Gina Alecia di Simpang Empat, Senin.

Pihaknya baru mengetahui ada warga positif pada Sabtu (22/8) dan diumumkan Senin (24/8). Sebelumnya pasien melakukan tes swab pada 18 Agustus lalu dan diketahui positif. Untuk antisipasi terhadap pasien positif itu sudah dilakukan isolasi mandiri di rumahnya. Kondisi pasien itu dalam kondisi sehat setelah melakukan pemeriksaan di RSUD Jambak.

”Begitu kita mengetahui warga itu positif maka petugas kita langsung melakukan pelacakan atau tracing terhadap warga yang pernah kontak dengan pasien. Hasil tracing sementara ada tujuh orang yang kontak dengan MA dan akan dilakukan tes usap dalam waktu dekat dan sedang melakukan isolasi mandiri,” sebutnya.

Di sisi lain, terhadap empat pasien yang positif sebelumnya positif, tiga orang sudah dinyatakan tim medis sembuh. Ketiga pasien itu adalah SP, 30, CB, 25, dan AR, 63. ”Jadi saat ini ada dua orang warga kita yang positif Covid-19. Pasien AM isolasi di RSUD Jambak dan MA isolasi mandiri di rumahnya,” ujarnya.

Seiring masih belum pulihnya wabah virus korona ini, Bupati Yulianto meminta masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan Covid-19. Kemudian, membatasi perjalanan ASN ke luar daerah. Tujuannya, agar tidak ada lagi masuk virus korona ke Pasbar.
Personel Polisi Positif

Sementara itu, dinyatakan positif Covid-19 satu orang anggota polisi dan satu orang perawat di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) menjalani isolasi mandiri. Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pessel, Rinaldi mengatakan, kemarin (24/8) seorang polisi dan perawat itu dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan hasil tes Laboratorium Pusat Diagnostik dan Penyakit Infeksi Unand.

”Saat ini anggota polisi dan perawat tersebut telah menjalani isolasi secara mandiri. Anggota polisi menjalani isolasi di SPN Padangbesi, Padang, dan perawat telah menjalani isolasi mandiri pula di kediamannya di Kecamatan Koto XI Tarusan,” ungkap Rinaldi.

Dijelaskan Rinaldi, anggota polisi yang positif Covid-19 itu diduga kuat terpapar ketika berkunjung ke Padang untuk melakukan urusan, begitu juga dengan perawat. ”Perawat juga diduga terpapar di Padang saat dia dalam perjalanan pulang ke rumahnya di Koto XI Tarusan. Kebetulan, dia perawat yang bertugas di salah satu rumah sakit di Kota Padang,” jelasnya.

Diungkapkannya, kini pihaknya sedang melakukan pelacakan terhadap warga yang pernah kontak dengan kedua pasien. ”Selain ada penambahan dua pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19, hari ini (kemarin red) juga ada tiga pasien positif Covid-19 di daerah ini yang dinyatakan sembuh,” ungkapnya.

Mereka yang dinyatakan sembuh itu adalah pasien ke-20 umur 19 tahun beralamat di Nagari Kambang Barat. Pasien ke-30 umur 43 tahun alamat Pasar Lakitan, dan pasien ke-24 umur 36 dengan alamat Nagari Kambang Barat. ”Semuanya berjenis kelamin perempuan dan sama-sama berasal dari Kecamatan Lengayang,” jelas Rinaldi lagi.

Berdasarkan data terakhir, total pasien yang dinyatakan positif Covid-19 di Pessel mencapai 33 orang. Dari jumlah itu 22 orang dinyatakan sembuh, 1 orang meninggal, dan 10 orang lainnya menjalani perawatan, serta isolasi mandiri. Untuk memutus mata rantai dan meminimalisir penyebaran Covid-19, dia mengajak seluruh masyarakat di daerah itu menerapkan protokol kesehatan Covid-19. (wni/rif/roy/yon)