Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pemprov Sumbar Targetkan Pembebasan Lahan Flyover Sitinjau Lauik Rampung Desember 2025

Hendra Efison
Penulis: Hendra Efison❯

Pemprov Sumbar percepat pembebasan lahan proyek Flyover Sitinjau Lauik untuk atasi kemacetan dan risiko kecelakaan jalur ekstrem Padang–Solok.
Pemprov Sumbar percepat pembebasan lahan proyek Flyover Sitinjau Lauik untuk atasi kemacetan dan risiko kecelakaan jalur ekstrem Padang–Solok.
PADEK.JAWAPOS.COM—Pemprov Sumbar menegaskan komitmennya mempercepat proses pembebasan lahan Proyek Flyover Sitinjau Lauik, salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang bertujuan mengurai kemacetan dan menekan risiko kecelakaan di jalur ekstrem Padang–Solok.


Advertisement

Proyek dengan nilai investasi Rp2,8 triliun ini akan menggunakan lahan seluas 18,7 hektare, dengan tambahan biaya operasional dan pemeliharaan sebesar Rp562 miliar.

Komitmen percepatan tersebut ditegaskan dalam rapat koordinasi di Istana Gubernuran, yang dipimpin langsung oleh Gubernur Sumbar Mahyeldi, Rabu (29/10/2025). Dalam rapat, seluruh pihak menyepakati agar pembebasan lahan diselesaikan paling lambat Desember 2025.

“Kita sepakat untuk menuntaskan pembebasan lahan Flyover Sitinjau Lauik ini secepat mungkin. Insya Allah November atau paling lambat Desember sudah selesai. Semua pihak mendukung percepatan ini,” ujar Gubernur Mahyeldi.

Advertisement

Gubernur juga menekankan pentingnya koordinasi lintas instansi agar proses pembebasan berjalan lancar tanpa menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.

“Kita tidak ingin ada masalah di kemudian hari. Karena itu, saya minta Dinas Perkimtan, BPN, HPSL, dan niniak mamak agar terus memperkuat komunikasi dan koordinasi. Semua harus berjalan sesuai aturan dan tetap menjaga rasa saling percaya,” tegasnya.

Rapat tersebut dihadiri oleh Kepala Kanwil BPN Sumbar Teddi Guspriadi, Kepala BPJN Sumbar Elsa Putra Friandi, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Adib Alfikri, serta Kepala Dinas Perkimtan Sumbar Ahdiarsyah. Turut hadir pula perwakilan Hutama Panorama Sitinjau Lauik (HPSL) selaku pelaksana proyek, Pemerintah Kota Padang, dan niniak mamak KAN Lubukkilangan.

Advertisement

Sebelumnya, pada Senin (27/10/2025), Gubernur Mahyeldi bersama Deputi Infrastruktur Dasar Kemenko Infraswil telah meninjau langsung lokasi pembangunan flyover. Dari hasil peninjauan diketahui, pengerjaan fisik belum dapat dimulai karena proses pembebasan lahan masih belum rampung.

Dengan percepatan yang dilakukan, pemerintah berharap pembangunan Flyover Sitinjau Lauik segera dimulai, demi meningkatkan keselamatan, konektivitas, dan efisiensi transportasi di jalur strategis Sumatera Barat tersebut.(*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Padang EkspresIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Bukan Sekadar Cerita Keluarga, Marlou Geraedts Telusuri Arsip Awal Berdirinya Semen Padang

Bukan Sekadar Cerita Keluarga, Marlou Geraedts Telusuri Arsip Awal Berdirinya Semen Padang

Marlou Geraedts menelusuri arsip PT Semen Padang untuk memahami sejarah keluarga dan proses pembebasan lahan pada masa awal dibangun pabrik.

Mahyeldi Usulkan Tiga Program Strategis ke Menko Perekonomian, Dorong Teluk Tapang Jadi PSN

Mahyeldi Usulkan Tiga Program Strategis ke Menko Perekonomian, Dorong Teluk Tapang Jadi PSN

Gubernur Sumbar Mahyeldi mengusulkan tiga program strategis kepada Menko Perekonomian, termasuk Pelabuhan Teluk Tapang sebagai Proyek Strategis Nasion

Pemprov Sumbar Usulkan Kawasan Sawahlunto–Sijunjung–Dharmasraya Jadi PSN

Pemprov Sumbar Usulkan Kawasan Sawahlunto–Sijunjung–Dharmasraya Jadi PSN

Pemprov Sumbar mematangkan usulan kawasan Sawahlunto–Sijunjung–Dharmasraya menjadi Proyek Strategis Nasional melalui komitmen bersama tiga pemerintah

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer