Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Surau Batu, Permata Religi di Perbukitan Universitas Andalas

M
Penulis: Mengki Kurniawan❯

Surau Batu Jabal Rahmah Fakultas Pertanian UNAND, Limau Manis, Kecamatan Pauh, Kota Padang. (Foto: Mengki Kurniawan/Padeks)
Surau Batu Jabal Rahmah Fakultas Pertanian UNAND, Limau Manis, Kecamatan Pauh, Kota Padang. (Foto: Mengki Kurniawan/Padeks)
PADEK.JAWAPOS.COM—Di balik rindangnya perbukitan Universitas Andalas (UNAND), Padang, berdiri sebuah tempat ibadah yang memikat pandangan siapa pun yang datang.


Advertisement

Dari kejauhan, tampak dinding-dinding batu yang tersusun alami, menyerupai gua di tengah hutan tropis.

Itulah Mushalla Batu Jabal Rahmah, yang lebih akrab disebut Surau Batu—permata religi yang menjadi ikon kebanggaan kampus hijau tersebut.

Pagi itu, udara sejuk dari arah perbukitan menyambut setiap langkah menuju Surau Batu. Jalan beton yang membelah kebun percobaan Fakultas Pertanian mengantarkan pengunjung melewati hamparan hijau dan pepohonan rindang.

Advertisement

Sesekali, panorama Kota Padang terlihat dari sela dedaunan, menambah kesan tenang dan damai sepanjang perjalanan yang memakan waktu sekitar sepuluh menit dari gerbang utama kampus.

Begitu tiba di lokasi, suasana teduh langsung terasa. Dinding batu kali dengan berbagai ukuran membentuk struktur mushalla yang kokoh sekaligus alami.

Di dalamnya, lantai ubin putih berpadu dengan langit-langit yang dicat polos, menciptakan kesan sederhana namun bersih.

Advertisement

“Tempatnya sejuk sekali, pemandangannya bagus, dan bangunan batunya unik, sangat realistis. Cocok untuk istirahat,” ujar Muhammad Kenzie Okfriwandi (19), mahasiswa Teknik Komputer Unand, yang kerap berkunjung setelah berolahraga pagi.

Surau Batu bukanlah bangunan baru. Ia lahir dari semangat kebersamaan dosen dan staf Fakultas Pertanian UNAND pada tahun 2008, dan diresmikan pada 1 Desember 2014.

Ide awalnya sederhana: menghadirkan tempat ibadah yang mengingatkan pada kesederhanaan rumah ibadah di masa Nabi, agar menumbuhkan rasa rendah hati dan kedekatan spiritual dengan alam.

Kini, fungsinya meluas. Tak hanya menjadi tempat ibadah bagi mahasiswa dan dosen yang berpraktik di kebun percobaan, Surau Batu juga menarik perhatian para pegiat jogging, pesepeda, dan wisatawan lokal.

Banyak yang datang sekadar beristirahat, berswafoto, atau menikmati kesejukan udara pegunungan.

Fenomena Putra Andimi (18), mahasiswa Agribisnis UNAND, mengakui daya tarik tempat ini. “Suasananya menenangkan, arsitekturnya bagus dan unik. Tempat yang pas untuk melepas lelah,” tuturnya sambil tersenyum.

Namun, keindahan itu juga menuntut tanggung jawab. Surau Batu sempat ditutup beberapa waktu lalu karena masalah kebersihan akibat pengunjung yang tidak menjaga lingkungan.

Setelah perbaikan jalan dan pembersihan dilakukan oleh pihak kampus, surau ini kembali dibuka dan menjadi destinasi favorit di kawasan perbukitan UNAND.

“Sayangnya, di sini belum tersedia WC, dan sinyal telepon seluler juga kurang baik,” tambah Kenzie.

Kendati begitu, kekurangan kecil itu tidak mengurangi pesona Surau Batu. Dengan udara segar, panorama hijau, dan arsitektur batu yang unik, mushalla ini tetap menjadi simbol harmoni antara iman, alam, dan keilmuan.

Kini, Surau Batu bukan sekadar tempat untuk bersujud, tetapi juga ruang untuk menyegarkan batin di tengah hiruk-pikuk kehidupan kampus. Ia menjadi pengingat bahwa keindahan dan ketenangan dapat lahir dari kesederhanaan—asal dirawat dengan rasa hormat dan cinta.(cr3)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Padang EkspresIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Apindo Sumbar Minta Hilirisasi Gambir Berbasis Keseimbangan dan Data Lapangan

Apindo Sumbar Minta Hilirisasi Gambir Berbasis Keseimbangan dan Data Lapangan

APINDO Sumbar meminta hilirisasi gambir mempertimbangkan kondisi pelaku usaha agar rantai produksi, perdagangan, dan ekspor tetap berjalan.

Menghidupkan Sains di Ruang Kelas dengan PhET

Menghidupkan Sains di Ruang Kelas dengan PhET

Belajar Fisika Tak Lagi Sekadar Teori, Siswa SMA 7 Padang Eksplorasi Magnet dan Elektromagnet Lewat Simulasi PhET Digital Interaktif di Kela

Menjunjung Marwah dalam Balutan Tradisi: 14 Dosen Perempuan Unand Menjadi “Anak Daro” di Lustrum XIV

Menjunjung Marwah dalam Balutan Tradisi: 14 Dosen Perempuan Unand Menjadi “Anak Daro” di Lustrum XIV

14 dosen perempuan Unand tampil sebagai anak daro dalam Lustrum XIV, menghidupkan kembali filosofi busana adat dan marwah perempuan Minang.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer