Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Masjid Raya Sumbar, Simbol Keindahan Minangkabau yang Tak Pernah Sepi Pengunjung

Hendra Efison
Penulis: Hendra Efison❯

Pengunjung menikmati sore di kawasan Masjid Raya Sumbar yang menjadi ikon wisata religi dan tempat favorit warga Padang setiap akhir pekan. (foto: M. Fikri Al Fateh/Padeks)
Pengunjung menikmati sore di kawasan Masjid Raya Sumbar yang menjadi ikon wisata religi dan tempat favorit warga Padang setiap akhir pekan. (foto: M. Fikri Al Fateh/Padeks)
PADEK.JAWAPOS.COM—Menjelang sore, cahaya keemasan matahari menimpa dinding berukir khas Minangkabau di Masjid Raya Sumatera Barat.


Advertisement

Pantulan sinarnya menciptakan gradasi warna yang hangat di permukaan bangunan megah tanpa kubah tradisional itu.

Di bawah langit Padang yang mulai temaram, suara anak-anak bermain berpadu dengan lantunan azan, menghadirkan suasana yang meneduhkan — saksi bisu antara spiritualitas dan kehidupan sehari-hari masyarakat Minang.

Terletak di jantung Kota Padang, Masjid Raya Sumbar bukan sekadar tempat ibadah, melainkan simbol kebanggaan dan identitas budaya masyarakat Minangkabau.

Advertisement

Dengan bentuk menyerupai rumah gadang, bangunan ini berdiri gagah memadukan nilai adat, seni, dan religiusitas dalam satu wujud arsitektur yang memukau.

Lengkung atapnya menjulang tanpa pilar di tengah, seolah menjadi metafora tentang kebesaran dan keluwesan budaya Minang yang menampung semua tanpa sekat.

Setiap akhir pekan, halaman luas masjid berubah menjadi ruang publik penuh kehidupan.

Advertisement

Keluarga duduk di taman, anak-anak berlarian di pelataran, sementara para wisatawan sibuk mengabadikan momen di depan fasad megah masjid.

Udara sore yang sejuk berpadu dengan aroma sate dan es tebu dari pedagang kaki lima di sekitar area, menciptakan harmoni antara ibadah, rekreasi, dan ekonomi rakyat.

“Saya dari Rokan Hulu. Karena ponakan baru wisuda tadi pagi, kami mampir ke sini dulu sebelum pulang ke Riau,” ujar Ahmad Rayid (35), seorang pengunjung yang ditemui, Sabtu (1/11/2025).

Di tangannya, kamera ponsel siap menangkap momen keluarga di depan bangunan yang menjadi ikon wisata religi Sumatera Barat itu.

Masjid ini bukan hanya tempat bersujud, tetapi juga ruang kebersamaan. Di dalamnya, gema tadarus menggema setiap malam Ramadan.

Di pelatarannya, masyarakat bersilaturahmi selepas salat Jumat. Dan di ruang terbuka di sekitarnya, anak-anak tumbuh bersama kenangan indah tentang waktu, keluarga, dan iman.

Menjelang magrib, langit Padang perlahan berganti warna. Di tangga masjid, sekelompok remaja duduk bersenda gurau, sementara jamaah bersiap menunaikan salat.

Di antara gema azan dan langkah manusia yang datang dan pergi, Masjid Raya Sumbar terus berdiri sebagai saksi — tempat di mana keindahan budaya, spiritualitas, dan kebersamaan berpadu dalam harmoni.(cr5)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Padang EkspresIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Rumah Gadang Tuanku Bosa di Pasaman Barat Menjaga Sejarah dan Tradisi Adat Talu

Rumah Gadang Tuanku Bosa di Pasaman Barat Menjaga Sejarah dan Tradisi Adat Talu

Rumah Gadang Tuanku Bosa di Pasaman Barat menyimpan sejarah adat Talu, menjadi ruang musyawarah, museum, dan pusat tradisi manjalang tahunan

UIN Imam Bonjol Padang Jajaki Riset Budaya Jepang–Minangkabau bersama Japan Foundation

UIN Imam Bonjol Padang Jajaki Riset Budaya Jepang–Minangkabau bersama Japan Foundation

UIN Imam Bonjol Padang menjajaki kerja sama dengan Japan Foundation dalam pendidikan bahasa Jepang, riset lintas budaya & pertukaran seni.

Galah atau Cakbur Meriahkan RSBG 2026, Tim Bapperida Kalahkan Diskominfo Solok

Galah atau Cakbur Meriahkan RSBG 2026, Tim Bapperida Kalahkan Diskominfo Solok

Galah atau Cakbur meriahkan RSBG 2026 di Kota Solok. Tim Bapperida mengalahkan Diskominfo dalam pertandingan permainan tradisional anak naga

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer