Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cuaca Ekstrem Landa Sumbar, 18 Pohon Tumbang di Padang dan Nelayan Dilarang Melaut

Hendra Efison
Penulis: Hendra Efison❯

Petugas mengevakuasi pohon tumbang di salah satu lokasi di Kota Padang, Minggu (23/11/2025) malam.
Petugas mengevakuasi pohon tumbang di salah satu lokasi di Kota Padang, Minggu (23/11/2025) malam.
PADEK.JAWAPOS.COM–BMKG Minangkabau mengeluarkan peringatan dini potensi bencana hidrometeorologi di seluruh wilayah Sumatera Barat, termasuk Kota Padang, hingga 27 November 2025.


Advertisement

Kalaksa BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana akibat cuaca ekstrem, seperti banjir, tanah longsor, abrasi, dan pohon tumbang.

“Kami mengimbau warga untuk siaga dan waspada terhadap potensi bencana,” ujar Hendri, Minggu (23/11/2025).

BMKG mencatat peningkatan intensitas hujan disertai gelombang tinggi di perairan Sumatera Barat.

Advertisement

Kondisi ini dipicu oleh pertemuan massa udara di wilayah barat Samudera Hindia yang memicu cuaca ekstrem.

Nelayan diimbau tidak melaut apabila kecepatan angin melebihi 15 knot dan tinggi gelombang mencapai dua meter. “Pantau terus kondisi cuaca sebelum melaut,” kata Hendri.

Berdasarkan data Pusdalops BPBD Kota Padang, selama 21–23 November 2025 tercatat 18 kasus pohon tumbang yang menghambat akses jalan. Kejadian paling banyak terjadi di Kecamatan Koto Tangah.

Advertisement

Pada Jumat (21/11/2025), pohon tumbang terjadi di Seberang Padang, Padang Besi (Lubuk Kilangan), Korong Gadang (Kuranji), Dadok Tunggul Hitam (Koto Tangah), Surau Gadang (Nanggalo), dan Lubuk Begalung.

Pada Sabtu (22/11/2025), pohon tumbang terjadi di Tanjung Aur, Baru Gadang, Koto Panjang Ikur Koto, Pasie Nan Tigo, Lubuk Minturun (dua kejadian), Anak Aie, dan Pasie Nan Tigo. Seluruh kejadian hari tersebut tercatat di Kecamatan Koto Tangah.

Sementara pada Minggu (23/11/2025), pohon tumbang terjadi di Kampung Pondok (Padang Barat), Purus, Pisang (Pauh), Kampung Baru Lubuk Begalung, dan Korong Gadang (Kuranji).

Selain pohon tumbang, BPBD juga mencatat kejadian tanah amblas di Mata Air, Kecamatan Padang Selatan, serta genangan air di Gunung Pangilun.

BMKG memperkirakan kondisi cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi hingga 27 November 2025.(CC1)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Padang EkspresIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Cuaca Ekstrem Terjang Padang, Pohon Tumbang di 4 Lokasi, Rumah Warga Rusak Berat

Cuaca Ekstrem Terjang Padang, Pohon Tumbang di 4 Lokasi, Rumah Warga Rusak Berat

Cuaca ekstrem disertai angin kencang memicu pohon tumbang di empat lokasi Kota Padang. Satu rumah warga di Bukit Gado-Gado rusak berat.

Pohon Mahoni 10 Meter Tumbang di Padang, Timpa Warung dan Tutup Akses Jalan

Pohon Mahoni 10 Meter Tumbang di Padang, Timpa Warung dan Tutup Akses Jalan

Pohon tumbang di Padang akibat angin kencang menutup jalan Lubukminturun dan menimpa warung warga, tanpa korban jiwa.

Hujan Disertai Angin Kencang Terjang Padang, Belasan Pohon Tumbang Hambat Akses Jalan dan Timpa Rumah

Hujan Disertai Angin Kencang Terjang Padang, Belasan Pohon Tumbang Hambat Akses Jalan dan Timpa Rumah

Hujan deras dan angin kencang picu belasan pohon tumbang di Padang, hambat akses jalan dan timpa rumah warga tanpa korban jiwa.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer