Sari Resmi Pimpin BPPD Sumbar, Sandi Langsung Bawa Iven Internasional

202

Pemerintah akan menggelar iven skala internasional World Islamic Trade Forum di Sumbar. Kegiatan MICE untuk menumbuhkan perdagangan, investasi dan ekonomi serta mempererat ukhuwah dan kesatuan.

Penunjukan Sumbar sebagai provinsi tempat diselenggarakannya kegiatan tersebut, disampaikan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menjawab permintaan Sari Lenggogeni saat dilantik menjadi Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Sumbar di Auditorium Gubernuran Sumbar, Sabtu (26/3/2022).

“Untuk meningkatkan citra pariwisata, pemulihan ekonomi dan meningkatkan kunjungan wisatawan, kita berharap Pak Menteri tahun ini bisa membawa satu iven internasional ke Sumbar. Apalagi tahun 2023 nanti sudah dicanangkan sebagai Visit Beautiful West Sumatera,” ucap Sari Lenggogeni di depan Sandiaga Uno dan Gubernur Sumbar Mahyeldi.

Saat mendengarkan curhat dari Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dalam kegiatan pelantikan BPPB Sumbar ini, Sandiaga Uno menjawab permintaan Sari Lenggogeni. Sandi mengatakan sudah diskusi dengan gubernur dan menyatakan akan menggelar World Islamic Trade Forum di Sumbar.

“Saya sudah bicara dengan Pak Gubernur, kita akan mengadakan Iven internasional World Islamic Trade Forum di Sumbar,” ungkap Sandiaga Uno.

Dalam akun instagramnya, Sandiaga Uno menyebutkan bahwa World Islamic Trade Forum merupakan sebuah event internasional yang akan menumbuhkan perdagangan investasi dan ekonomi, serta mempererat ukhuwah dan kesatuan kita. Iven ini pernah diadakan di Jakarta tahun  2020.

Dalam kesempatan yang sama, Sandiaga Uno menyampaikan bahwa rantai pasok rempah rendang harus diambil Sumbar. Artinya, bukan sekadar menjual rendang sebagai kuliner terenak di dunia, namun juga mengekspor kemasan dan bumbu-bumbunya. “Rantai pasok rempah untuk pengolahan rendang ini harus diambil Sumbar. Jadi, ada nilai tambahnya,” ujarnya.

Baca Juga:  Dituding Mengganggu OPD, Anggota TPSM Meradang

Selain itu, Sandi juga meminta deputinya agar merespons kendala infrastruktur di destinasi wisata yang disampaikan pokdarwis. Seperti di Kubugadang, Kota Padangpanjang yang mengeluhkan belum adanya toilet yang memadai.

Sementara itu, Sari Lenggogeni menyampaikan programnya untuk melakukan program pemasaran pariwisata secara terintegrasi, mengubah perilaku semua pihak yang bersentuhan dengan sektor pariwisata dan menjadikan Sumbar sebagai pusat atraksi wisata wilayah barat Indonesia serta meningkatkan kunjungan wisata dari mancanegara.

“Kita akan melakukan kolaborasi, inovasi dan digitalisasi serta pemberdayaan pokdarwis dan desa wisata bersama semua asosiasi dan stakeholder pariwisata seperti perbankan dan media,” katanya.

Sari juga mengapresiasi perbankan yang mendukung iven Visit Beautiful West Sumatera, mendukung iven dan pemberdayaan desa wisata. “Kita juga akan membuat Minangkabau Adventure Pasport, yakni stempel setelah wisata di destinasi wisata di Sumbar,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah yakin Sari Lenggogeni bisa membuat pariwisata Sumbar makin cemerlang dan desa wisata makin gemilang. “Kami menaruh harapan agar BPPD bisa meningkatkan citra pariwisata Sumbar sehingga jadi tujuan wisata nasional dan mancanegara. Bisa menyukseskan Visit Beautiful West Sumatera, memperkuat pokdarwis dan nagari wisata yang sudah mencapai 300 lebih di Sumbar,” ungkapnya.(esg)