Alumni FHUA Ambil Posisi Strategis, Busyra: DBL Punya Nilai Plus

58

Alumni Fakultas Hukum Universitas Andalas (FHUA) harus mengambil posisi strategis dalam Kongres VI IKA Unand yang digelar pada Agustus mendatang.

Hal itu diungkapkan Ketua IKA FHUA Adityawarman saat Kordinasi Alumni Hukum secara virtual zoom meeting menyikapi Kongres VI IKA Unand, Minggu (25/7-2021) malam.

“Adinda Denny Azani B Latif (DBL) adalah kesepakatan bersama IKA FHUA sehingga menjadi kewajiban semua alumni untuk berjuang merebut Ketum DPP IKA Unand di Kongres VI tahap II  7 Agustus 2021,” tegas Adityawarman yang juga  Sesjamwas Kejagung ini.

Lebih lanjut mantan Kajati Bangka Belitung ini mengingatkan DBL agar menawarkan perubahan terhadap gaya organisasi IKA Unand ke depan.

“Kepada kawan-kawan alumni fakultas di Unand, saya bilang jika DBL terpilih namun tidak komit melakukan perubahan IKA Unand, maka saya yang menurunkan DBL dari Ketum IKA Unand,” ujar Adityawarman.

DBL juga diminta mengubah  kepemimpinan DPP IKA Unand. “Insya Allah, Denny B Latif bisa menjadi leader di IKA Unand ke depan,” katanya.

Pada koordinasi IKA FHUA itu, Dekan FHUA Busyra Azheri mengakui saat masuk FHUA dulu DBL adalah ketua senatnya dan sangat merasakan jiwa leadership-nya.

“Gestur, kapabilitas dan networking Bang DBL jadi nilai plus menjadi Ketua Umum IKA Unand. Bahkan Uda DBL menjadi pembicaraan banyak pimpinan fakultas di Unand,” ujar Busyra.

Apalagi posisi Ketua Umum IKA Unand strategis ketika tahun ini Unand menjadi PTNBH.

“Insya Allah 2021 Unand menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH), Ketua Umum IKA Unand itu menjadi satu dari 13 Majelis Wali Amanat,” ujar Busra.

Sementara itu, DBL mengucapkan terima kasih kepada para peserta koordinasi IKA FHUA.

“Terima kasih Ketum IKA FHUA,  teman seperjuangan di kampus merah, dan adik-adik Alumni FHUA di mana pun berada. Saya berterima kasih atas dukungan untuk maju menjadi Caketum IKA Unand,” ucapnya.

Baca Juga:  Sumbar Raih 8 Prestasi Lomba Wana Lestari 2021

Maju sebagai Caketum IKA Unand, katanya adalah pertaruhan marwah IKA FHUA dan civitas akademika fakultas hukum.

“Innalillahi saya ucapkan saat Ajo Aditya memberikan amanah saya maju sebagai Caketum IKA Unand,” ujar Denni Azani B Latif.

Program kerja pertamanya adalah alumni connection, yakni adanya sinergi digital alumni Unand yang berjumlah 140 ribu orang.

Lalu IKA Unand Diaspora yang berisikan alumni sukses digandeng untuk membimbing dua sampai empat mahasiswa Unand, seperti adik dan kakak asuh.

“Harus berperan alumni untuk mencarikan tempat magang dan membantu mendapatkan lapangan pekerjaan untuk alumni Unand,” ujar DBL.

Kemudian, ada program beasiswa kepada mahasiswa Unand hebat namun tidak mampu. Lalu, ada usaha-usaha IKA Unand berbasis potensi alumni IKA Unand.

“IKA Unand ke depan selain punya Unidha, juga mesti bisa punya rumah sakit dan apotik di seluruh Indonesia,” katanya.

Selanjutnya, bagi alumni Unand yang berpotensi mendapatkan beasiswa kuliah di luar negeri mesti memfasilitasi. “Sejak persiapan sampai keberangakatan ke kampus tujuannya,” kata Denni.

Selain itu, DBL menyatakan siap menindaklanjuti saran Ketua Umum IKA FHUA untuk dekat dengan alumni semua fakultas.

“Siap Uda Ajo Ketum, caranya memberikan ruang kepada alumni Unand dalam berdemokrasi, tidak memberi sekat dalam pelibatan alumni. DPD IKA Unand memilih ketuanya harus demokratis dan bertugas membuat DPC IKA Unand di kota dan kabupaten,” ujar DBL.

Selain itu untuk kegiatan sosial jika DBL Ketum akan menyiapkan Satgas yang mendata alumni dan civitas akademisi Unand yang terdampak pandemi Covid-19.

Webinar konsolidasi berlangsung penuh kekeluargaan. Banyak tokoh alumni per angkatan di FHUA hadir memberikan dukungan dan motivasi. Webinar sendiri dipandu langsung Sekjen DPP IKA FHUA Gina Mulyati.(rel)