HUT ke-101 PGAI, Usulkan Pendiri PGAI Jadi Pahlawan Nasional

71
INGAT PENDIRI: Jajaran Dewan Pembina, Dewan Pertimbangan, Pengurus PGAI dan civitas akademika PGAI berdoa di makam pendiri PGAI Dr. Abdullah Ahmad di kawasan Seberangpalinggam, Minggu (25/7).(ERI M/PADEK)

Pendiri Persatuan Guru-guru Agama Islam (PGAI) Dr H Abdullah Ahmad diusulkan menjadi pahlawan nasional. Pelopor/perintis pendidikan Islam modern di Indonesia ini dinilai sangat layak untuk dijadikan sebagai pahlawan nasional.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua PGAI Sumbar Fauzi Bahar usai ziarah dan tabur bunga di makam Dr H Abdullah Ahmad dalam rangka HUT ke-101 PGAI di kawasan Seberangpalinggam, Minggu (25/7).

Mantan Wali Kota Padang dua periode ini menjelaskan, syarat-syarat untuk menjadikan Abdullah Ahmad menjadi pahlawan nasional sudah terpenuhi. Diantara syarat-syarat tersebut adalah namanya diabadikan menjadi nama jalan, ada sekolah, buku yang diterbitkan dan lainnya.

“Jadi sudah terpenuhi semuanya. Nanti kita akan adakan seminar pada tanggal 14 Agustus dan 21 Agustus,” katanya.

Menurut Fauzi Bahar, dengan pengalamannya ketika mengusulkan Wali Kota Padang kedua Bagindo Aziz Chan menjadi pahlawan nasional, maka ia optimis rencana menjadikan Abdullah Ahmad sebagai pahlawan nasional bisa terwujud.

Untuk langkah selanjutnya, sambung Fauzi Bahar adalah akan membentuk panitia. Dalam seminar nanti, akan dibahas tentang identitas dan kiprahnya sebagai pelopor/perintis pendidikan Islam modern di Indonesia yang turut membidani lahirnya sekolah Adabiah, perguruan Sumatera Thawalib di Sumatra Barat dan lainnya.

“Pendiri Gontor KH. Imam Zarkasyi dulu sekolahnya di PGAI. Cikal bakal IAIN (UIN, red) juga dari PGAI. Jadi banyak tokoh-tokoh besar di Indonesia alumni dari PGAI ini,” jelas Fauzi Bahar.

Sementara itu, Ketua Dewan Pertimbangan PGAI Sumbar Guspardi Gaus menilai, Abdullah Ahmad sangat pantas didorong, didukung dan diperjuangkan agar bisa menjadi pahlawan nasional. “Ini tugas kita bersama, bagaimana ke depan kita memperjuangkan Abdullah Ahmad untuk menjadi pahlawan nasional,” tutur anggota DPR RI ini.

Baca Juga:  Marawa Beach Club Memilih Layanan Premium PLN, Ini Alasannya...

Ia menyebut persyaratan-persyaratan untuk menjadi pahlawan nasional sudah terpenuhi. Tinggal persiapan prosesi dari bawah, diusulkan berjenjang dari Wali Kota, Gubernur ke Pemerintah Pusat.

“Bukti-bukti sejarah sangat meyakinkan. Tidak sulit bagi panitia untuk melanjutkan langkah-langkah yang diinginkan oleh seluruh civitas akademika PGAI Padang untuk menjadikan Abdullah Ahmad sebagai pahlawan nasional,” tutur Guspardi Gaus.

Terpisah, Ketua Pembina Yayasan PGAI Mayjen TNI (Purn.) Syamsu Djalal mengatakan ziarah dan tabur bunga di makam pendiri PGAI Abdullah Ahmad ini untuk menghargai dan mengingat kembali perjuangan serta jasa beliau dalam mendirikan dan mengembangkan PGAI.

“Ini juga sebagai pengingat bagi kita semua, bahwasanya kita juga akan menyusul beliau menghadap Allah SWT,” ujar Syamsu Djalal.

Untuk diketahui, Dr H Abdullah Ahmad lahir di Padangpanjang tahun 1878 dan meninggal di Padang, 1933 pada umur 55 tahun. Dia adalah seorang ulama reformis yang mendirikan Sekolah Adabiah dan PGAI di Padang serta turut membidani lahirnya perguruan Sumatera Thawalib Padangpanjang yang menjadi cikal bakal Sumatera Thawalib di Sumbar.

Pengetahuan Abdullah Ahmad tentang agama sangat mendalam dan diakui oleh ulama-ulama Timur Tengah pada konferensi khilafat di Kairo tahun 1926. Pengakuan itu dibuktikan dengan pemberian gelar kehormatan dalam bidang agama sebagai doktor fid-din. Dia juga merupakan orang Indonesia terawal yang memperoleh gelar doktor kehormatan dari Universitas Al-Azhar, di Kairo, Mesir bersama dengan Dr. A. Karim Amrullah. (eri)