Pengurus Alppind Sumbar Dikukuhkan, Bahas Dua RUU

83

Aliansi Perempuan Peduli Indonesia (Alppind) Sumatera Barat mengajak organisasi masyarakat peduli perempuan dan anak, LSM, organisasi keagamaan, adat dan budaya serta masyarakat mempelajari, memahami, dan menghayati kekuatan dan kelemahan RUU Ketahanan Keluarga dan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual.

Dengan begitu, maka diperoleh masukan untuk kesempurnaan kedua RUU tersebut. Sehingga legislator bisa merumuskan kebijakan yang tidak menimbulkan potensi diskriminasi, atau pelanggaran terhadap hak perempuan dan anak, serta mendorong penerapan ekosistem yang ramah terhadap perempuan.

Hal tersebut terungkap saat pengukuhan Pengurus Wilayah Alppind Sumatera Barat periode 2020 -2024 yang diketuai Nevi Zuairina, dirangkai seminar/ webinar Ketahanan Keluarga dengan tema “Titik Kritis RUU Ketahanan Keluarga dan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual, Sabtu (26/9/2020).

Nevi menjelaskan, kedua RUU tersebut telah lama diajukan ke lembaga legislatif yakni DPR RI. Namun sampai saat ini belum mendapatkan pengesahan dari DPR RI. Hal ini disebabkan karena Kedua RUU mulai dari proses, konsep, kajian akademis, penyusunan konten telah menimbulkan pro-kontra di masyarakat.

“Padahal kita yakin bahwa kedua RUU ini bertujuan mengatasi persoalan-persoalan yang sedang marak terjadi di lingkungan masyarakat,” tukas Nevi yang juga anggota DPR RI ini.

Baca Juga:  Nevi Imbau Santri Menyesuaikan dengan Zaman 

Ditambahkannya bahwa RUU Ketahanan Keluarga muncul karena rapuhnya institusi keluarga sehingga semakin tingginya tingkat perceraian, narkoba, penyimpangan seksual dan kaum LGBT di Indonesia.

Sementara RUU Penghapusan Kekerasan Seksual untuk mengatasi maraknya kekerasan terutama kekerasan seksual, sehingga Indonesia sudah dipandang sebagai negara darurat kekerasan.

Dalam rilis yang diterima media, Alppind adalah organisasi masyarakat yang memiliki misi sebagai wadah bagi para muslimah untuk ikut berperan aktif mengentaskan persoalan-persoalan bangsa dan turut serta mendidik perempuan-perempuan Indonesia dalam segala sisinya.

*Fokus utama perjuangan Alppind adalah penguatan keluarga dalam pembangunan nasional karena peran keluarga tidak dapat dikesampingkan dalam pembentukan sumber daya manusia berkualitas untuk bangsa dan negara,” ujar Nevi didampingi Ketua Panitia Hallen.

Ketahanan keluarga sangat urgen. Keluarga tempat seseorang mendapatkan berbagai nilai dan moral serta terbentuknya karakter. Masyarakat dan negara tidak akan baik kecuali dengan baiknya bangunan keluarga.(rel)