Pengurus OIAA Sumbar Dilantik, Alumni Al-Azhar Bahas Isu Keumatan

30

Pengurus Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) Kantor Sumatera Barat Periode 2021-2026 secara resmi dilantik, Sabtu (25/9/2021), di Aula Rocky Hotel Bukittinggi.

Pada acara yang beranggotakan alumni Universitas Al-Azhar Mesir tersebut, hadir Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah, Ketua MUI Sumbar Buya Gusrizal Gazahar dan mantan rektor UIN Imam Bonjol Padang Prof Dr Eka Putra Wirman Lc MA yang juga alumni Universitas Al-Azhar.

Ketua OIAA Ustad Ilham Tasmi menyampaikan, kiprah dan peran alumni Al-Azhar telah dirasakan di masyarakat. Dengan adanya wadah OIAA, diharapkan peran tersebut bisa dioptimalkan.

“Kita inginkan peran besar tersebut bisa disinergikan dan dirajut dalam bentuk ukhuwah Islamiyah. Ketika ustad-ustad kita ini bersatu, tentunya mereka menjadi lebih kuat untuk memikul risalah Al-Azhar itu sendiri,” papar Ilham.

Selain pelantikan, juga diselenggarakan Seminar Nasional bertajuk “Risalah Pemikiran Al-Azhar dan Peran Alumni dalam Membangun Ekosistem Syari’ah di Indonesia.”

Para alumni Al-Azhar yang juga tokoh publik tersebut berkesempatan duduk bersama membicarakan sejumlah problematika keumatan.

Gubernur Sumbar Mahyeldi dalam sambutannya menyampaikan, organisasi Alumni Al-Azhar adalah organisasi besar tingkat dunia yang bahkan tercatat di PBB.

Banyak peran besar yang bisa diinisiasi alumni Al-Azhar. Manyeldo mencontohkan di Mesir sendiri, betapa pemerintahnya bergantung pada nama besar Al-Azhar.

Baca Juga:  Pelunasan Biaya Haji Ditenggat 20 Mei, CJH Segera Konfirmasi Pelunasan

“Pemerintah saja berutang budi dan berutang uang kepada Al-Azhar. Memang begitulah, pada akhirnya program pemerintah akan selesai dengan dukungan dan bantuan masyarakat. Terlebih lagi di masa sulit karena pandemi ini, kita tak bisa bergerak banyak,” papar Mahyeldi.

Hal senada disampaikan Prof Eka Putra Wirman. Dalam seminar, Eka mengungkapkan bahwa alumni Al-Azhar dididik untuk terbiasa dengan berbagai macam pemikiran dan cara pandang. Maka karya dan pemikiran alumni Al-Azhar ditunggu untuk menyelesaikan berbagai problematika keumatan.

“Jika kita tidak bersatu, kita bisa tercabik-cabik dalam berbagai aliran. Semoga kita bisa menciptakan masyarakat yang diidam-idamkan oleh Al-Azhar dan tentunya oleh Nabi SAW,” ujarnya.

Selanjutnya, Buya Gusrizal Gazahar dalam seminar membahas tentang hakikat risalah Al-Azhar yang diusung setiap alumni Al-Azhar. Menurutnya, risalah tersebut sangatlah luas dan tidak bisa ditafsirkan menjadi milik sekelompok pihak saja.

“Enam jilid kitab risalah Al-Azhar yang ditulis untuk mengenang Al-Azhar seribu tahun berdirinya Al-Azhar, ternyata isinya nukilan dari berbagai pemikiran ulama-ulama Al-Azhar. Jadi simpulannya, Risalah Al-Azhar adalah risalah para Nabi dan Rasul yang diusung oleh para ulama,” papar beliau.

Setelah shalat Zuhur, ratusan alumni Al-Azhar Mesir yang hadir dihidangkan menu masakan khas Mesir sembari beramah tamah penuh keakraban.(rel/idr)