Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mahyeldi Minta 10 Program Pokok PKK Dipertajam, Harus Berdampak

Hendra Efison
Penulis: Hendra Efison❯
Gubernur Sumbar Mahyeldi menabuh gandang tambua saat pembukaan Jambore Kader PKK ke-XXII dan HKG PKK ke-54 di Istana Bung Hatta, Bukittinggi, Rabu (2/9/2026).
Gubernur Sumbar Mahyeldi menabuh gandang tambua saat pembukaan Jambore Kader PKK ke-XXII dan HKG PKK ke-54 di Istana Bung Hatta, Bukittinggi, Rabu (2/9/2026).

Advertisement

BUKITTINGGI, PADEK.JAWAPOS.COM—Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi meminta 10 Program Pokok PKK dipertajam dan diselaraskan dengan kebijakan pembangunan pemerintah. Program PKK tidak boleh berhenti pada kegiatan rutin dan seremonial, tetapi harus melahirkan aksi nyata yang menjawab kebutuhan masyarakat.

Hal itu disampaikan Mahyeldi saat membuka Jambore Kader PKK ke-XXII dan HKG PKK ke-54 Tingkat Provinsi Sumbar 2026 di Istana Bung Hatta, Bukittinggi, Rabu (2/9/2026).

Menurut Mahyeldi, keberhasilan pembangunan membutuhkan kolaborasi pemerintah dengan seluruh unsur masyarakat.

Advertisement

Dalam hal ini, PKK memiliki posisi strategis karena kader dan Dasawisma berada dekat dengan keluarga serta memiliki jaringan hingga tingkat nagari dan kelurahan.

“Kesuksesan, keberhasilan akan sulit kita hadirkan tanpa adanya kolaborasi dan sinergitas dari seluruh pihak. Kita tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, semua pihak mesti berperan,” kata Mahyeldi.

10 Program Pokok PKK Harus Menjawab Persoalan

Advertisement

Mahyeldi menekankan, 10 Program Pokok PKK perlu diarahkan pada persoalan yang benar-benar dihadapi keluarga dan masyarakat. Kader PKK diminta tidak hanya menjalankan agenda rutin, tetapi memperkuat aksi yang memiliki manfaat langsung.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah ketahanan pangan keluarga. Mahyeldi mendorong kader PKK mengoptimalkan potensi pangan lokal dan memperkuat kelompok-kelompok yang dikelola PKK di tingkat nagari dan kelurahan.

Persoalan sampah juga menjadi perhatian. Pengurangan sampah, kata Mahyeldi, perlu dimulai dari lingkungan terkecil, terutama rumah tangga, dengan melibatkan kader PKK dan Dasawisma.

“Tidak ada pilihan bagi kita sekarang selain bagaimana mengurangi sampah dari rumah dan dari kantor. Kader-kader PKK dan Dasawisma barangkali akan bisa berperan untuk itu,” ujarnya.

Mahyeldi juga mengapresiasi buku 101 Cara Penanggulangan Sampah yang diterbitkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumbar. Buku tersebut dinilai dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk melakukan langkah sederhana dalam mengurangi dan mengelola sampah.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Padang EkspresIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Kader PKK Payakumbuh Raih Dua Penghargaan Nasional, Erma Yunita Terima PIN Emas Adhi Bhakti Utama

Kader PKK Payakumbuh Raih Dua Penghargaan Nasional, Erma Yunita Terima PIN Emas Adhi Bhakti Utama

TP PKK Kota Payakumbuh meraih dua penghargaan nasional pada HKG PKK ke-54, termasuk Adhi Bhakti Utama untuk Erma Yunita.

Tim Penilai PKK Sumbar Datangi Pariaman, Desa Talago Sariak Targetkan Juara Provinsi 2026

Tim Penilai PKK Sumbar Datangi Pariaman, Desa Talago Sariak Targetkan Juara Provinsi 2026

Tim Penilai PKK Sumbar nilai Desa Talago Sariak Pariaman untuk lomba PKK 2026. Kota Pariaman targetkan kembali raih juara.

Mahyeldi Bahas Peluang Redistribusi Tanah Negara di Bukit Gompong Solok

Mahyeldi Bahas Peluang Redistribusi Tanah Negara di Bukit Gompong Solok

Mahyeldi menjajaki kerja sama dengan Badan Bank Tanah untuk mengoptimalkan tanah negara di Bukit Gompong, Kabupaten Solok.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer