
PADEK.JAWAPOS.COM — PT Kereta Api Indonesia (Persero) kembali membuka rekrutmen pegawai tahun 2026. Seiring dibukanya kesempatan tersebut, calon pelamar diminta mewaspadai berbagai modus penipuan dan percaloan yang mengatasnamakan KAI.
Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab, menegaskan seluruh proses rekrutmen KAI dilakukan secara resmi, transparan, dan tidak dipungut biaya.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya apabila ada pihak yang mengatasnamakan KAI dan meminta sejumlah uang, mengarahkan untuk menggunakan jasa tertentu, atau menjanjikan kelulusan,” ujar Reza.
Menurutnya, seluruh calon pelamar memiliki kesempatan yang sama dan wajib mengikuti setiap tahapan seleksi sesuai ketentuan perusahaan.
Waspadai Modus Penipuan Rekrutmen KAI
KAI mengingatkan sejumlah modus yang perlu diwaspadai calon pelamar. Di antaranya permintaan biaya administrasi, biaya seleksi, pemberkasan, transportasi maupun akomodasi.
Calon pelamar juga diminta tidak mudah percaya terhadap pihak yang menawarkan jasa pemesanan hotel, transportasi atau akomodasi tertentu dengan alasan untuk kepentingan proses rekrutmen.
Selain itu, masyarakat perlu waspada terhadap pihak yang mengaku dapat menjamin kelulusan dengan imbalan sejumlah uang.
“Apabila ada pihak yang meminta uang, mengarahkan calon pelamar untuk menggunakan jasa tertentu, atau menjanjikan kelulusan, kami meminta masyarakat untuk tidak mempercayainya. Jangan memberikan uang maupun data pribadi kepada pihak yang tidak dapat dipastikan keabsahannya,” tegas Reza.
KAI juga mengingatkan calon pelamar agar berhati-hati terhadap akun media sosial palsu, pesan berantai maupun tautan yang menggunakan nama, logo dan identitas perusahaan.
Rekrutmen KAI 2026 Dibuka untuk Berbagai Lulusan
Pada rekrutmen KAI 2026, kesempatan diberikan kepada masyarakat dengan berbagai latar belakang pendidikan, mulai dari lulusan SLTA, D3 hingga D4/S1.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


