Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sumbar Perkuat Pasokan Pangan Antar Daerah, Produsen Surplus Dipertemukan dengan Daerah Defisit

Suryani
Penulis: Suryani❯
Sumbar memperkuat pasokan pangan melalui kerja sama antardaerah, mempertemukan produsen surplus dengan daerah defisit untuk menjaga ketersediaan dan stabilitas harga.
Sumbar memperkuat pasokan pangan melalui kerja sama antardaerah, mempertemukan produsen surplus dengan daerah defisit untuk menjaga ketersediaan dan stabilitas harga.

Advertisement

PADANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memperkuat pasokan pangan antardaerah dengan mendorong kerja sama antara daerah surplus dan daerah yang mengalami defisit komoditas.

Langkah tersebut menjadi salah satu strategi pengendalian inflasi yang dibahas dalam High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Triwulan III 2026 di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Barat, Kamis (17/9).

Dalam pertemuan tersebut, TPID Sumbar bersama TPID kabupaten/kota dan para pemangku kepentingan menegaskan pentingnya memperkuat Kerja Sama Antar Daerah (KAD) berbasis business-to-business (B2B).

Advertisement

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Barat, Yozawardi Usama Putera, mengatakan kerja sama antardaerah perlu terus didorong untuk menjaga ketersediaan pasokan sekaligus stabilitas harga.

Menurutnya, daerah surplus dapat memasok komoditas ke daerah yang mengalami defisit.

Skema tersebut juga mencakup fasilitasi hubungan langsung antara produsen di daerah surplus dan off-taker di daerah defisit melalui business matching.

Advertisement

Penguatan kerja sama antardaerah menjadi bagian dari langkah mitigasi terhadap risiko yang dapat mengganggu pasokan pangan.

Risiko tersebut antara lain gangguan produksi, cuaca ekstrem, peningkatan permintaan, dan kendala distribusi.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Barat, Abdul Majid Ikram, mengatakan pengendalian inflasi perlu terus diperkuat karena tekanan inflasi dapat dipengaruhi berbagai faktor, termasuk dinamika harga energi dan nilai tukar akibat peningkatan tensi geopolitik.

Pada Triwulan II 2026, tekanan inflasi Sumbar meningkat. Salah satu pemicunya ialah kenaikan harga cabai merah akibat gangguan produksi yang dipengaruhi tingginya curah hujan di berbagai sentra hortikultura.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Padang EkspresIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Harga Cabai Merah di Bukittinggi Tembus Rp80 Ribu per Kg, Pasokan dari Luar Daerah Belum Masuk

Harga Cabai Merah di Bukittinggi Tembus Rp80 Ribu per Kg, Pasokan dari Luar Daerah Belum Masuk

Harga cabai merah Bukittinggi mencapai Rp80 ribu per kilogram. Pasokan dari luar daerah belum masuk, sementara harga berbeda antarlapak.

Petani Berdasi Mulai Dieksekusi, ASN Payakumbuh Tanam Bawang dan Cabai untuk Kendalikan Inflasi

Petani Berdasi Mulai Dieksekusi, ASN Payakumbuh Tanam Bawang dan Cabai untuk Kendalikan Inflasi

Petani Berdasi mulai dijalankan Pemko Payakumbuh dengan menggerakkan ASN menanam bawang merah dan cabai untuk memperkuat ketahanan pangan

2.300 ASN Payakumbuh Didorong Jadi Produsen Bawang Merah untuk Kendalikan Inflasi

2.300 ASN Payakumbuh Didorong Jadi Produsen Bawang Merah untuk Kendalikan Inflasi

Sebanyak 2.300 ASN Payakumbuh didorong menanam bawang merah untuk membantu mengendalikan inflasi dan memperkuat produksi pangan daerah.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer