Minang Geopark Run 2026 di Bukittinggi, Jasindo Beri Perlindungan Kecelakaan


PADEKJAWAPOS.COM— Ribuan langkah peserta Minang Geopark Run 2026 di Bukittinggi pada 1 November mendatang akan diiringi dukungan perlindungan asuransi kecelakaan diri dari PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo). Dukungan ini menjadi bagian dari perhatian terhadap risiko aktivitas olahraga sekaligus upaya memperkuat daya tarik wisata berbasis alam dan budaya di Sumatera Barat.
Jasindo berpartisipasi sebagai mitra asuransi dalam ajang yang menggabungkan olahraga lari dengan pengenalan potensi daerah tersebut. Perusahaan menyediakan perlindungan asuransi kecelakaan diri atau Personal Accident (PA) bagi peserta.
Sekretaris Perusahaan Asuransi Jasindo, Brellian Gema Widayana, mengatakan kegiatan olahraga berbasis pariwisata dapat menjadi sarana memperkenalkan kekayaan alam dan budaya Sumatera Barat kepada masyarakat yang lebih luas.
“Sumatra Barat memiliki kekayaan alam dan budaya yang menjadi potensi penting bagi pengembangan pariwisata. Melalui Minang Geopark Run 2026, olahraga dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan potensi tersebut sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dalam kegiatan yang memberikan manfaat bagi daerah,” ujar Brellian.
Minang Geopark Run memasuki tahun kedelapan penyelenggaraan sejak 2018. Pada 2026, ajang ini menjadi bagian dari Geopark Run Series 2026–2027, yang sebelumnya dibuka melalui Ijen Geopark Run 2026.
Konsep tersebut menggabungkan aktivitas olahraga dengan promosi destinasi, sehingga peserta tidak hanya mengikuti perlombaan lari, tetapi juga diperkenalkan pada kekayaan alam dan budaya daerah penyelenggara.
Bagi Jasindo, dukungan perlindungan kecelakaan diri merupakan bagian dari upaya meningkatkan perhatian terhadap pengelolaan risiko dalam kegiatan masyarakat.
Di luar perlindungan peserta, penyelenggaraan ajang olahraga berbasis pariwisata juga berpotensi membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat.
Kehadiran peserta dan pihak pendukung dapat menciptakan aktivitas bagi pelaku usaha lokal, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), meski besaran dampak ekonominya belum disebutkan.
Brellian menilai pengembangan potensi daerah membutuhkan kerja sama pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




