Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

HKTI Sumbar Siapkan Program Saba Desa, Sasar Masalah Pupuk hingga Harga Panen

Hendra Efison
Penulis: Hendra Efison❯
Ketua DPD HKTI Sumbar Evi Yandri Rajo Budiman didampingi Sekretaris Hidayat, Ketua Harian Zola Pandu, serta Bendahara Ulya, memimpin silaturahmi dan rapat perdana pengurus di Padang, Sabtu (31/10/2026).
Ketua DPD HKTI Sumbar Evi Yandri Rajo Budiman didampingi Sekretaris Hidayat, Ketua Harian Zola Pandu, serta Bendahara Ulya, memimpin silaturahmi dan rapat perdana pengurus di Padang, Sabtu (31/10/2026).

Advertisement

PADEK.JAWAPOS.COM— Kelangkaan pupuk, persoalan kartu tani, akses pembiayaan, hingga ketidakpastian harga hasil panen menjadi sejumlah persoalan yang ingin dijembatani Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (DPD HKTI) Sumatera Barat. Organisasi tersebut menyiapkan program Saba Desa sebagai salah satu upaya menyerap langsung persoalan petani di daerah.

Agenda itu mengemuka dalam silaturahmi dan rapat perdana pengurus DPD HKTI Sumbar di RM Sederhana, Padang, Sabtu (31/10/2026). Rapat dipimpin Ketua DPD HKTI Sumbar Evi Yandri Rajo Budiman, didampingi Sekretaris Hidayat, SS, Ketua Harian Ir. Zola Pandu, serta Bendahara Ulya, SE.

Evi Yandri mengatakan, HKTI harus hadir sebagai wadah yang memperjuangkan aspirasi sekaligus meningkatkan kapasitas petani. Karena itu, organisasi tidak cukup hanya menjalankan kegiatan internal, tetapi perlu menghadirkan program yang menjawab kebutuhan masyarakat tani.

Advertisement

"HKTI harus hadir di tengah-tengah petani. Kita ingin organisasi ini menjadi wadah untuk memperjuangkan aspirasi, meningkatkan kapasitas, serta membantu petani menghadapi berbagai persoalan yang mereka temui di lapangan," ujarnya.

Saba Desa untuk Menyerap Persoalan Petani

Melalui program Saba Desa, HKTI diarahkan turun langsung ke masyarakat pedesaan. Pengurus akan menyerap aspirasi dan mendengarkan kendala yang dihadapi petani, termasuk persoalan kelangkaan pupuk dan kartu tani.

Advertisement

Aspirasi tersebut nantinya menjadi bahan koordinasi dengan pihak terkait untuk mencari penyelesaian. Pendampingan juga diarahkan pada persoalan akses pembiayaan, kepastian harga hasil pertanian, serta kebutuhan produksi.

Sekretaris DPD HKTI Sumbar Hidayat menilai, penyelesaian persoalan pertanian membutuhkan kerja sama organisasi, pemerintah, dan dunia usaha. HKTI diharapkan dapat menjadi penghubung agar kebutuhan petani memperoleh perhatian dan solusi.

"Kemajuan pertanian membutuhkan kerja sama semua pihak. HKTI harus mampu menjadi jembatan antara petani, pemerintah, dan dunia usaha agar berbagai persoalan pertanian dapat dicarikan solusi bersama," ujarnya.

Selain pendampingan, HKTI juga mendorong penguatan koperasi agar petani lebih mudah memperoleh akses permodalan untuk mengembangkan usaha.

Modernisasi hingga Regenerasi Petani

Dalam rapat tersebut, Evi Yandri juga memaparkan sejumlah agenda strategis untuk memperkuat sektor pertanian Sumatera Barat. Salah satunya modernisasi melalui pemanfaatan inovasi dan teknologi digital.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Padang EkspresIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer