
PADEK.JAWAPOS.COM— Perantau Agam dan Bukittinggi dari 10 provinsi mulai mengonsolidasikan kekuatan untuk mendukung pembangunan kampung halaman. Sebanyak 145 peserta terdaftar dalam pertemuan tokoh dan perantau Agam-Bukittinggi Nasional yang membahas pembentukan wadah bersama berskala nasional dan internasional.
Pertemuan berlangsung di Aula Blandongan, Pusat Pemerintahan Kota Tangerang Selatan, Banten, Minggu (1/11/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Agam Benni Warlis, Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan, Wakil Wali Kota Bukittinggi Ibnu Asis, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta perantau Agam dan Bukittinggi dari berbagai daerah.
Ketua Panitia Ifrajoni Sutan Rajo Palembang melaporkan, peserta yang terdaftar berasal dari Banten, Bengkulu, DI Yogyakarta, DKI Jakarta, Jawa Barat, Kepulauan Riau, Riau, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, dan Papua Barat.
Pertemuan itu tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga ruang untuk menyatukan potensi perantau yang selama ini tersebar di berbagai daerah. Gagasan pembentukan Wadah Bersama Agam-Bukittinggi diharapkan menjadi sarana koordinasi agar pengalaman, keahlian, jaringan, dan kemampuan ekonomi perantau dapat berkontribusi lebih terarah bagi daerah asal.
Kontribusi perantau dinilai sudah terlihat
Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan mengapresiasi pertemuan tersebut. Ia menilai masyarakat perantau Minangkabau, termasuk dari Agam dan Bukittinggi, telah berkontribusi terhadap pembangunan Kota Tangerang Selatan.
Kontribusi itu terlihat di sejumlah sektor, mulai dari perekonomian, perdagangan, UMKM, pendidikan hingga sosial kemasyarakatan.
Pilar juga menyoroti tema pertemuan, “Ranah Dikanduang, Rantau Dipangku, Dunia Dijangkau”. Menurutnya, tema tersebut mengandung pesan tentang pentingnya menjaga hubungan dengan kampung halaman, bertanggung jawab terhadap daerah perantauan, sekaligus mengembangkan diri di tingkat global.
“Melalui forum silaturahmi ini, saya berharap hubungan kemitraan dan tali persaudaraan antara Pemerintah Kota Tangerang Selatan dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Kabupaten Agam dan Kota Bukittinggi dapat semakin erat,” ungkap Pilar.
Ia mengajak perantau memperkuat kolaborasi, menjaga keharmonisan antarwarga, dan memberikan kontribusi positif di daerah tempat tinggal tanpa melupakan akar budaya serta kearifan lokal.
Lima program Agam menjadi sasaran kontribusi
Bupati Agam Benni Warlis menegaskan, perantau merupakan salah satu kekuatan penting dalam pembangunan daerah. Keberhasilan putra-putri Agam dan Bukittinggi di berbagai bidang profesi, menurutnya, merupakan potensi yang perlu dihimpun dan dikelola bersama.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




