Saat BTS Lumpuh akibat Bencana, Internet Satelit Bisa Jadi Alternatif Komunikasi

PADEK.JAWAPOS.COM— Ketika gempa bumi atau tsunami merusak menara telekomunikasi dan jaringan kabel, masyarakat berisiko kehilangan akses informasi justru saat komunikasi paling dibutuhkan. Internet satelit menjadi salah satu alternatif yang dapat membantu menjaga hubungan komunikasi di wilayah terdampak bencana.
Pentingnya teknologi tersebut diperkenalkan Kelompok Bidang Keahlian (KBK) Telekomunikasi Departemen Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Andalas (Unand) kepada siswa SMA Negeri 1 Padang, Jumat (6/11).
Dosen KBK Telekomunikasi Unand, Hanalde Andre, menjelaskan bencana alam dapat merusak berbagai infrastruktur telekomunikasi. Kerusakan bisa terjadi pada menara pemancar atau Base Transceiver Station (BTS), jaringan serat optik, hingga pasokan listrik.
Akibatnya, masyarakat dapat kehilangan akses komunikasi untuk memperoleh informasi darurat maupun menghubungi keluarga dan petugas penanganan bencana.
"Saat terjadi bencana, infrastruktur komunikasi darat bisa mengalami kerusakan. Karena itu, teknologi satelit dapat menjadi alternatif untuk membantu penyampaian informasi darurat dan koordinasi di wilayah terdampak," jelas Hanalde.
Internet Satelit Tidak Bergantung Sepenuhnya pada Jaringan Darat
Hanalde menerangkan, internet satelit memiliki keunggulan karena tidak sepenuhnya bergantung pada jaringan akses darat. Teknologi ini berpotensi membantu menyediakan konektivitas di lokasi yang jaringan seluler maupun kabelnya mengalami gangguan.
Namun, layanan tersebut tetap membutuhkan perangkat terminal, sumber listrik, layanan yang aktif, serta lokasi pemasangan yang memadai. Faktor-faktor itu perlu diperhitungkan agar internet satelit dapat dimanfaatkan ketika bencana terjadi.
Dalam kegiatan tersebut, siswa juga mendapat pengenalan mengenai sistem jaringan internet global, fungsi Internet Service Provider (ISP), serta mekanisme komunikasi melalui satelit.
Materi disampaikan menggunakan ilustrasi visual untuk menjelaskan proses pengiriman dan penerimaan sinyal. Siswa kemudian mengikuti diskusi dan kuis interaktif mengenai jaringan internet serta pemanfaatan komunikasi satelit dalam situasi bencana.
Siswa Diperkenalkan Teknologi untuk Menghadapi Risiko Bencana
Wakil Kepala SMAN 1 Padang, Eka Sovia, M.Pd., menyambut kegiatan edukasi tersebut. Menurutnya, pemahaman mengenai teknologi komunikasi alternatif penting bagi siswa karena Kota Padang memiliki risiko gempa bumi dan tsunami.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




