Refleksi Satu Tahun Suhatri Bur-Rahmang: Sergap Kakab Ikon Padangpariaman

189
Dr Aspinudin, Kepala DPPKB, inisiator Sergap Kakab, suatu ketika berdiskusi dengan Bupati Suhatri Bur dan Sekda Rudy Repeneldi Rilis. (Foto:ist)

Pada 26 Februari 2022, genap satu tahun Pemerintahan Kabupaten Padangpariaman di bawah duet kepemimpinan Bupati Suhatri Bur dan Wakil Bupati Rahmang.

Tercatat, salah satu prestasi nasional dalam kurun satu tahun itu adalah, anugerah penghargaan Smart City pada Dimensi Smart Branding. Sukses Padangpariaman Serentak Menggarap Kampung KB (Sergap Kakab).

Program Sergap Kakab yang telah banyak diadopsi berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat ini, digagas Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Padangpariaman dipimpin dr Aspinudin.

Usai menerima penghargaan dari Menteri Kominfo di penghujung tahun 2021, Bupati Suhatri Bur menyatakan rasa bangga, karena untuk kedua kali Padangpariaman dapat penghargaan.

Sebelumnya, tahun 2019 lewat inovasi yang dilakukan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, anugerah dari masterplan smart city yaitu Sipakem (Sistem pencatatan administrasi kelahiran dan kematian).

“Alhamdulillah, dengan Sergap Kakab, kita sudah dua kali dapat penghargaan. Dan, kedepan jelas akan menjadi tantangan, agar prestasi ini terus ditingkatkan,” ujar Bupati didampingi iYusrita Suhatri Bur yang tahun 2021 terpilih sebagai Ayah-Bunda Pengayom terbaik dari Gubernur Sumbar Mahyeldi.

Program Sergap Kakab, memiliki spesifikasi menarik. Kegiatan yang sasaran utamanya adalah menggarap akseptor KB, bisa disejalankan dengan menggerakkan berbagai sektor ekonomi nagari.

Kini Padangpariaman memiliki 22 Kampung KB, dan tujuh di antaranya sudah melaksanakan kegiatan Sergap Kakab.

Baca Juga:  Juni CJH Diberangkatkan, Ribuan CJH Sudah Konfirmasi Pelunasan Bipih

Menggempur Nagari

Sergap Kakab, pada awalnya, adalah kegiatan memburu akseptor keluarga berencana yang baru. Namun oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana didorong menjadi gerakkan pemberdayaan ekonomi masyarakat nagari. Karena Kampung KB itu tersebar di sejumlah nagari.

Dinas DPPKB ‘mengajak’ OPD lain, turun ke lapangan secara bersama-sama, menggarap kampung-kampung KB. Artinya, tidak akseptor saja yang menjadi sasaran, tetapi perbaikan ekonomi rakyat juga harus dibereskan.

Maka, sejalan dengan menggarap kampung KB, Organisasi Perangkat Daerah terkait juga melakukan keroyokan sesuai bidang masing-masing,

Program kolaborasi itu mencakup bidang kesehatan, rumah tidak layak huni, pendidikan, pertanian, perikanan, kegiatan kependudukan; seperti mempermudah pembuatan KTP dan Kartu Keluarga. Termasuk mempermudah pengurusan BPJS.

“Keberhasilan inovasi Sergap Kakab adalah berkat upaya bersama guna.meningkatkan efisiensi dan efektifitas kerja, sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup setiap elemen, demi mewujudkan Padangpariaman Berjaya,” ujar Dr Aspinudin Kepala Dinas DPKB, yang menjadi inisiator kampung KB sejak tahun 2019.

Aspinudin, yakin Sergap Kakab akan terus bergulir, karena pada hakekatnya sasarannya memperbaiki kehidupan ekonomi masyarakat.

Program yang didukung sepenuhnya Pemkab Padangpariaman ini, secara langsung menyelesaikan masalah yang terjadi di tengah masyarakat nagari. Terutama menyangkut kehidupan sehari-hari. Mendorong kreatifitas, dan mengusik rasa malas ditengah masyarakat. Sergap Kakab pun kini menjadi icon Padangpariaman.(rel/esg)