Jelang Berakhir PSBB Tahap II, Gubernur Sumbar Terima Masukan FKM Unand

213
Gubernur bersama Wagub rapat dengan Tim Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Andalas Padang yang dipimpin Dekan Defriman Djafri

Pemerintah Provinsi Sumbar terus melakukan upaya persiapan hadapi perang lanjutan hadapi Covid-19. Seperti diketahui Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Sumbar tahap II akan berakhir tanggal 29 Mei 2020 nanti.

Untuk menentukan langkah berikutnya Pemerintah Provinsi Sumbar meminta masukan berbagai pihak terkait termasuk Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Andalas. Dalam pertemuan tersebut terungkap pentingnya data pelaporan sebaran ODP, PDP yang valid diseluruh kabupaten kota se-Sumatera Barat.

“Di awal kami sudah diskusikan bersama tim, bagaimana format data yang dibutuhkan terkait pelaporan data Covid-19 ini, namun tidak dilaksanakan karena permintaan data dari Kementerian Kesehatan berbeda dengan yang telah kami diskusikan,” ungkap Defriman Djafri, Dekan FKM Universitas Andalas ketika bertemu Gubernur Irwan Prayitno dan Wagub, Nasrul Abit.

Menurut dia, data pelaporan ini akan menjadi dasar pertimbangan dalam pengambilan kebijakan terkait hadapi Covid-19, dimana perolehan data yang real butuh waktu dan tidak mungkin berpedoman kepada data pelaporan dihari pelaporan.

“Data yang real itu adalah data kunjungan masyarakat kerumah sakit terkait positif terinfeksi Covid-19,” jelasnya.

Selanjutnya dalam pelaksanaan PSBB Tahap berikutnya ataupun implementasi New Normal semestinya dipastikan prinsip kesehatan masyarakat secara bersama, mempertimbangkan ekonomi dan sosial serta evaluasi kesiapsiagaan masyarakat dalam upaya perubahan perilaku dalam rangka pencegahan ditengah masyarakat

“Epidemiologi, sistem kesehatan dan survelens kesehatan masyarakat, hal ini harus menjadi perhatian khusus kedepannya,” jelas Defriman.

Sementara, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno berharap adanya inovasi dari Bupati dan Walikota di Sumatera Barat terkait kebijakan dan upaya dalam merubah perilaku masyarakat dalam rangka menghadapi New Normal.

“Perlu reward dan punishment untuk upaya wujudkan perubahan perilaku pencegahan di tengah masyarakat,” ungkapnya. (*)