LRI Gandeng BLN dan BUMNag Bangun Jaringan Pemasaran

34
Boy Lestari saat acara Peran BUMNag dalam Revitalisasi Warung Tradisional menjadi Warung Modern.

Puluhan perwakilan BUMNag di Sumbar menghadiri sosialisasi membangun jaringan ritail bersama Lembaga Ekonomi Umat (LEU) dan PT Buana Lestari Nusantara (BLN).

“LRI menjalin kerjasama dengan BUMDes/BUMNag seluruh Indonesia untuk memenuhi kebutuhan warung-warung dengan harga bersaing, fasilitas layanan antar, konsinyasi barang dengan sistem syariah, tanpa agunan, dan riba,” ujar Sutrisno, Sabtu (27/6/2020).

Kegiatan di Hotel Buana Lestari Syariah kawasan BIM itu menghadirkan H Sutrisno Lukito dari PT LEU Ritailindo Insani (LRI). Hadir pemrakarsa acara yakni Direktur Buana Lestari Nusantara Boy Lestari Dt Palindih, dan Manajer Operasional H Wahyu Anugrah Lestari.

Peran BUMNag dalam membangun warung modern di nagari-nagari itu antara lain pendataan dan verifikasi warung yang mau diajak bekerjasama. “Jika pemilik warung/toko sudah oke, maka akan diberi username dan password untuk online. Gunanya untuk melihat barang dan harga, dan memesan barang. Pesanan barang dari warung via BUMNag tersebut diteruskan kepada DC, yang nantinya mengantar ke kecamatan-kecamatan dan diteruskan ke nagari,” jelas Sutrisno.

Jadi, warung atau toko mengisi form pemesanan barang berdasar perkiraan omzet per hari. Pembayaran pemesanan barang cash on delivery (COD). Warung boleh mengajukan konsinyasi dengan jaminan dari BUMNag. Sistem konsinyasi ini warung membayar 50 persen saja dari nilai pemesanan, sisanya dicicil per bulan selama 10 x. Pemesanan berikutnya warung bayar sesuai barang yang diterima.

BUMNag, kata Sutrisno, bisa mengambil peran lebih yakni sebagai DC, Koordinator Warung, Investor, Pemilik Warung/Toko, dan Supplier barang UMKM. “BUMNag boleh mengambil semua peran itu bilsa memiliki kekuatan financial dan SDM,” ujar Sutrisno.

Sebab, salah satu syarat DC adalah memiliki SDM, gudang lk 300 M2, punya kantor dan kelengkapan IT, armada roda 2 dan mobil box, dan siap dengan biaya yang timbul dalam menjalankan kegiatan sebagai pusat distribusi, pengelolaan, dan pengiriman barang tersebut. “Sebagai DC, BUMNag mendapat fee 3,6% dari total omzet bulanan,” jelasnya.

Boy Dt Palindih kepada padek.co menyatakan PT Buana Lestari Nusantara sudah siap sebagai Distribution Centre (DC). “Kita harus bersama-sama mewujudkan ekonomi umat yang mandiri dan melepaskan diri dari konglomerasi yang ada,” ujarnya. (hsn)