Antisipasi Terjadi Kerumunan, Waspada Lonjakan Covid-19 Tahun Baru

6
WASPADA: Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah mengikuti arahan Presiden diikuti seluruh kepala daerah. Sumbar waspadai kemungkinan lonjakan kasus Covid-19 di sekolah dan momen Tahun Baru.(IST)

Pemprov Sumbar mewaspadai terjadinya lonjakan kasus Covid-19 pada momentum perayaan Tahun Baru 2022. Tidak hanya pada momentum tersebut, kemungkinan lonjakan juga diwaspadai saat pembelajaran tatap muka yang sudah dimulai di sejumlah daerah di Sumbar.

Untuk itu pemerintah kabupaten kota serta stakeholders terkait diminta proaktif mengencarkan sosialisasi penerapan prokes dan menyukseskan program vaksinasi.

“Saat ini penyebaran kasus Covid-19 di Sumbar sudah jauh melandai namun sesuai arahan presiden kita tetap mewaspadai kemungkinan lonjakan kasus saat pembelajaran tatap muka di sekolah dimulai juga mengantisipasi keramaian saat Tahun Baru,” kata Gubernur Sumbar Mahyeldi usai mengikuti pertemuan dengan Presiden RI dan seluruh kepala daerah di Indonesia secara virtual Senin, (25/10).

Menurutnya, kemungkinan penyebaran Covi-19 di sekolah yang harus diwaspadai adalah di kantin saat jam istirahat. Untuk itu pihak sekolah diingatkan untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan terutama memantau lokasi yang dinilai rawan seperti kantin.

Sementara untuk momentum perayaan Tahun Baru akan dievaluasi kembali agar tidak muncul banyak kerumunan yang bisa menjadi klaster penyebaran Covid-19. Peran bupati dan wali kota di Sumbar dibutuhkan agar tidak terjadi kerumunan orang saat perayaan tahun baru di masing-masing daerah.

Gubernur mengatakan, Pemprov Sumbar sudah mengambil langkah untuk mewaspadai kemungkinan lonjakan kasus Covid-19 diantaranya dengan mewajibkan tempat wisata pusat kuliner dan mall menyertakan syarat telah divaksin untuk masyarakat yang ingin mengaksesnya.

Saat ini di Sumbar dari semua indikator terkait Covid-19 hanya capaian vaksinasi yang dinilai masih relatif rendah. Karena itu upaya untuk meningkatkan capaian itu terus dilakukan dengan berbagai cara dan melibatkan berbagai pihak.

Baca Juga:  Bukan Cuma Slogan Anti Korupsi!! Sumbar Raih Penghargaan MCP dari KPK!!

Sementara itu Bupati Pasaman Benny Utama yang juga mengikuti pertemuan virtual dengan presiden itu mengatakan, Pemkab Pasaman sejauh ini mengevaluasi pembejaran tatap muka di Pasaman sudah baik. Pengawasan ketat dilakukan oleh pihak sekolah.

Sementara untuk capaian vaksinasi Pasaman masih rendah, atau dibawah 40 %. Pihaknya saat ini terus menggenjot percepatan vaksinasi menyasar wilayah terjauh serta melibatkan banyak pihak untuk edukasi manfaat vaksin ke masyarakat. “Semoga sepekan ke depan, capaian vaksinasi bisa melebihi 40 persen,” harapnya.

Sebelumnya Presiden RI Joko Widodo menyampaikan positifity rate Indonesia sudah di bawah standar WHO, tetapi trend hampir di semua negara mengalami lonjakan kasus positif Covid-19.

Hal ini karena mulai longgarnya protokol kesehatan karena itu ia mengingatkan lonjakan sekecil apapun harus hati-hati dan diwaspadai.  “Sekecil apapun kenaikan kasus tetap harus diwaspadai. Untuk itu gubernur menyampaikan kepada bupati, wali kota, Kapolda, Danrem dll agar tetap mengawasi dan berhati-hati. Saya mengingatkan semuanya agar memaksimalkan platform Pedulilindungi,” tegasnya.

Kegiatan itu diikuti oleh seluruh kepala daerah di Indonesia secara virtual. Sedangkan vaksinasi tertinggi terealisasi di DI Yogyakarta, sebesar 91 % dari total penduduknya, vaksinasi tenaga pengajar dan guru 100% serta vaksinasi pelajar juga tertinggi, di Yogya, 90 %.(wni)