Cegah Penularan Covid-19, Jual-Beli Pabukoan Harus Pakai Masker

Media juga berperan bersama pemerintah dan masyarakat dalam melawan pandemi Covid-19.

Pasar pabukoan atau pasar yang khusus menjual menu berbuka puasa, memang tidak dibuka Pemko Padang pada masa pandemi virus korona (Covid-19) saat ini.

Namun, banyak masyarakat yang buka kedai dan lapak penjualan pabukoan secara mandiri di sejumlah titik lokasi di Kota Padang.

Sayangnya, banyak yang berjualan tanpa memakai masker. Bahkan, ada juga masyarakat yang ramai berbelanja menu pabukoan tanpa masker dan tanpa jarak fisik. Kondisi tersebut, dikhawatirkan bisa memicu penularan Covid-19.

Direktur Umum, SDM dan Pendidikan RSUP M. Djamil Padang Dr. Dovy Djanas menyebutkan, penularan bisa saja terjadi kalau pedagang dan pembeli tidak memakai masker.

“Kan (virus) bisa keluar lewat percikan dari mulut (droplet), lalu virus bisa menempel ke menu yang dijual,” jelasnya di GWA Kawal Covid-19 Sumbar.

Oleh karena itu, pengasuh rubrik konsultasi kesehatan di Padang Ekspres itu mengingatkan agar pakai masker dan sarung tangan saat berjualan. Masyarakat yang berbelanja juga harus bermasker.

“Masker sangat penting saat jual-beli pabukoan. Sebab, masih banyak kita lihat maskernya ada dipakai, tapi hanya sampai di leher dan tidak menutup mulut,” jelas salah satu pimpinan rumah sakit rujukan Covid-19 ini.(esg)