Ratusan Kendaraan Putar Balik

Petugas kepolisian berjaga saat rekayasa lalu lintas dengan mengalihkan arus kendaraan yang akan melewati Jalan Jenderal Sudirman,Pekanbaru, kemarin (27/4). Pengalihan arus ini membatasi gerak masyarakat pada penerapan PSBB di Kota Pekanbaru. Hal sama juga dilakukan Sumbar di perbatasan provinsi. (IST)

Hari pertama pascaditerapkannya kebijakan menyetop arus orang keluar atau masuk Sumbar di pos-pos perbatasan, mulai menunjukkan hasil. Ratusan kendaraan diminta putar balik oleh petugas gabungan terdiri dari aparat kepolisian dan TNI.

”Kita mengunci rapat perbatasan mengingat penyebaran virus korona (Covid-19) sangat mengkhawatirkan. Tadi, ratusan kendaraan sudah disuruh putar balik, baik yang datang dari arah Solok, Kerinci dan Dharmasraya,” tegas Wakapolres Solok Selatan (Solsel) Kompol Ediwarman didampingi Kabag Ops Kompol Febgendri dan Perwira Penghubung (Pabung) Kodim 0309 Solok, Mayor Infantri Togar Harahap kepada Padang Ekspres, tadi malam (27/4).

Penindakan tegas ini, menurut dia, diterapkan di gerbang masuk di perbatasan Ulusuliti, Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh, Solsel-Surian, Kabupaten Solok, dan Kubanggajah, Kecamatan Sangir Solsel-Kerinci, Jambi. Begitu pula, dua pintu masuk Solsel-Dharmasrya di Log Batu Sandi, Kecamatan Sangir Balai Janggo dan Madiak Kecamatan Sangir Batang Hari.

”Penerapan tegas pembatasan sosial berskala besar (PSBB) oleh Polri-TNI sudah saatnya dilakukan, mengingat Solsel yang masih zona hijau sudah dikepung kabupaten tetangga berstatus zona merah. Pintu masuk ditutup habis, kendaraan luar daerah dan warga luar daerah silakan putar arah kembali,” tegas dia.

Khusus warga Solsel yang menunjukan identitas berupa KTP, KK, atau SIM, tambah dia, diperbolehkan melanjutkan perjalanan ke daerah. Bagi ber-KTP luar daerah, mereka disuruh putar balik dan tidak diizinkan kendaraannya melaju ke Solsel. Baik kendaraan roda dua, mobil pribadi, truk dan lainnya. Kecuali mobil barang, dan BBM. Selebihnya, harus mengikuti prosedur kembali ke daerah awal. ”Yang bukan penduduk Solsel, tidak dibenarkan masuk. Karena, kita tidak ingin Solsel diwarnai terjangkit positif korona,” tegas dia.

Kompol Ediwarman menyebutkan, pihaknya mengalami keterbatasan alat penerangan seperti listrik. ”Kendala kita di lapangan adalah listrik, posko dan dana petugas. Sebab, masih tanggungan Polri dan TNI,” terangnya.

Sementara, Pabung 0309 Solok, Mayor Infantri Togar Harahap berharap masyarakat patuh terhadap aturan PSBB. Demi kesehatan bersama dan terbebas dari penyebaran wabah Covid 19. TNI katanya, akan selalu setia mendampingi proses PSBB di lapangan bersama Polri dan siap mengamankan wilayah perbatasan. ”Yang jelas TNI bersama Polri siap mengamankan pos perbatasan, demi memutus mata rantai pandemi korona yang tengah ditakuti masyarakat dunia,” terangnya.

Bagi masyarakat yang akan membeli menu pabukoan di bulan Ramadhan, tambah Kompol Ediwarman, petugas Polri-TNI juga disiagakan. Bagi yang tidak mematuhi standar operasional prosedur (SOP) PSBB seperti tidka memakai helm dan masker saat berbelanja, maka disuruh kembali ke rumahnya. ”Lebih baik mencegah dari pada mengobati, kita tidak ingin warga mengabaikannya. Bentuknya sepele, tapi risikonya tinggi,” jelasnya.

Pembatasan kendaraan masuk Sumbar juga terlihat di perbatasan Sumbar Jambi, tepatnya di Kecamatan Sei Rumbai Dharmasraya. Hanya kendaraan yang membawa kebutuhan ekonomi masyarakat luas atau logistik, obat-obatan dan lainnya, bisa masuk. Kemarin (27/4), sedikitnya sekitar 35 kendaraan pribadi yang berniat masuk dan keluar perbatasan Sei Rumbai dihentikan dan disuruh putar balik. Apakah mereka yang datang dari Jambi menuju Sumbar maupun keluar Sumbar.

”Rata-rata kendaraan yang masuk dan keluar tersebut memang kendaraan pribadi. Belum ada kendaraan bus penumpang. Mudah-mudahan dengan adanya pembatasan tersebut, bisa memutus mata rantai penanganan Covid-19,” harap Kabag Operasional Polres Dharmasraya, Kompol Rifai.

Pengetatan keluar-masuk di pintu perbatasan Sumbar-Riau juga terlihat. Hanya kendaraan berkaitan pemenuhan kebutuhan utama masyarakat. Seperti, kendaraan angkutan barang yang mengangkut bahan makanan, alat-alat kesehatan, bahan bakar dan kebutuhan utama masyarakat lainnya.

”Kita yang angkut kebutuhan pokok, beras dan telur, serta sayuran masih tetap bisa melewati perbatasan ke Riau. Namun, tetap harus menjalankan protokol kesehatan ketat,” ungkap Etika, 45, salah seorang sopir kendaraan angkutan beras menuju Provinsi Riau, Senin (27/4).

Sebelumnya, Kapolres Limapuluh Kota AKBP Sri Wibowo saat dikonfirmasi via pesan WhatsApp-nya mengatakan, guna menindaklanjuti PSBB hari ke -4, kami sampaikan dan koordinasikan dengan satgas gugus tugas percepatan penanganan covid -19, tidak ada lagi kendaraan yang masuk dan keluar wilayah Sumbar,” ucap Kapolres Sri Wibowo menerangkan.

Sementara pengawasan di perbatasan Sumbar akan diambil alih TNI dan Polri bersama Kementerian Perhubungan (Kemebhub) sesuai terbitnya Permenhub Nomor 25 Tahun 2020.

”Apabila petugas Polri, TNI dan Kemenhub datang dan untuk itu semua yang bersangkutan dengan administrasi akan segera diselesaikan. Demikian untuk menjadi perhatian dan terima kasih banyak atas kerja sama dan pengabdian bapak/ ibu untuk perlindungan masyarakat Sumbar terhidar dari penularan Covid-19,” ujar Kasat Pol PP Sumbar yang diteruskan Kalaksa BPBD Limapuluh Kota, Joni Amir, Minggu malam.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu mengakui bahwa terhitung mulai kemarin, posko perbatasan telah dijaga oleh TNI-Polri, serta dibantu Dishub, serta Pol PP mulai kemarin. ”Mulai tadi pagi (kemarin, red), posko perbatasan hanya didi TNI-Polri. Jadi, tidak ada lagi petugas dari BPBD, Dinas Kesehatan. Namun, ada juga di sejumlah posko perbatasan dibantu oleh Dishub, serta Satpol PP. Hal ini sebabkan, petugas hanya memantau kendaraan yang diperbolehkan masuk ke wilayah Sumbar,” ungkap Satake

Untuk Sumbar sendiri, menurut dia, terdapat sembilan posko perbatasan, di masing-masing posko perbatasan, diisi 12 personel TNI-Polri setiap harinya. ”Kapolda sudah memerintahkan tidak ada lagi kendaraan keluar masuk Sumbar, kecuali kendaraan yang membawa sembako, perlengkapan kesehatan, BBM atau kebutuhan masyarakat,” ujar Satake

Satake menegaskan bahwa jika ada oknum masyarakat yang kucing-kucingan, maka petugas akan memerintahkan untuk balik kembali. ”Kami akan memerintahkan balik kembali jika kami mereka yang kucing-kucingan dengan petugas,” tegasnya

Sedangkan untuk di posko perbatasan jika ditemukan, petugas akan berikan teguran lisan dan tertulis. ”Kita akan berikan imbauan dalam bentuk tertulis oleh petugas yang tergabung dalam Operasi Aman Nusa II yang berkaitan dengan PSBB,” tukasnya. (tno/ita/fdl/cr10)