Terlibat Penyelundupan Narkoba, Petugas Lapas dan Rutan Dipecat

101
Jajaran Kanwil Kemenkumham Sumbar saat mengikuti peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan ke-57 secara virtual, kemarin (27/4) di Kantor Kemenkumham Sumbar. (IST)

Petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan Negara (Rutan) di wilayah hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sumbar bakal dipecat bila terlibat penyelundupan narkoba ke area lapas dan rutan.

Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenkumham Sumbar R Andika Prasetya usai mengikuti peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan ke-57 secara virtual, kemarin (27/4) mengatakan, punishment itu sesuai dengan arahan dari Menkumham RI Yasonna Laoly.

“Bisa dipastikan, Bapak Menkumham sudah menyatakan, bagi pegawai yang terlibat dengan sengaja dan dengan niat melakukan pelanggaran khususnya pelanggaran penyelundupan narkoba, akan dipecat,” katanya kepada wartawan.

Ia menambahkan, jajaran lembaga pemasyarakatan di wilayah hukum Kanwil Kemenkumham Sumbar melalui arahan, dorongan, dan penguatan dari Kemenkumham RI dan Direktorat Jenderal (Dirjen) Pemasyarakatan terus melakukan upaya-upaya perubahan.

Di antaranya peningkatan kualitas penyelenggaraan, tugas dan fungsi kemasyarakatan. Melalui berbagai hal, baik itu meningkatkan kualitas pembinaan bagi warga binaan pemasyarakatan maupun kualitas keamanan atas pelaksanaan tugas dan fungsi permasyarakatan itu sendiri.

Termasuk mengantisipasi gangguan, khususnya keamanan dan ketertiban di lapas dan rutan, serta mengantisipasi permasalahan atau gangguan yang timbul dari luar. Menurut Andika, seluruh jajaran permasyarakatan di Sumbar melalui koordinasi kepala divisi permasyarakatan telah melakukan upaya terbaik.

“Terbukti bahwa kami sudah berhasil beberapa kali menggagalkan penyeludupan narkoba ke dalam lapas dan rutan. Terakhir, di Rutan Padang bahwa bukti mereka (pelaku, red) sudah tidak bisa menembus sehingga barang bukti diletakkan begitu saja di area parkir,” sebutnya.

Baca Juga:  Puji Sumbar Tercepat Musrenbang, Kemendagri: Perda juga Harus Cepat

Meski demikian, menurutnya, potensi gangguan keamanan dan ketertiban di Lapas dan Rutan masih besar. Untuk itu, pihaknya akan terus meningkatkan eksistensi dan kualitas pengawasan. “Baik melalui razia rutin, penggeledahan, maupun melalui pembinaan dan penguatan terhadap petugas dan warga binaan,” ujarnya.

Dua Lapas Raih Penghargaan
Lebih lanjut Andika menyampaikan, pada Hari Bakti Pemasyarakatan ke-57 tahun ini, dua unit pelaksana teknis pemasyarakatan di lingkungan Kanwil Kemenkumham Sumbar berhasil meraih peringkat terbaik di tingkat nasional.

Antara lain Lapas Terbuka Pasaman meraih peringkat terbaik satu dalam kategori pembinaan warga binaan permasyarakatan terbaik di Indonesia. Lalu, Lapas Kelas III Suliki sebagai Lapas dengan pelayanan terbaik kedua makan dan minum bagi narapidana se-Indonesia.

“Penilaian langsung dilakukan oleh pusat, dengan hal-hal yang telah ditetapkan standarnya. Sesuai komitmen Kanwil Kemenkumham Sumbar, tahun 2021 ini sebagai tahun prestasi, dan itu ternyata teruwujud,” terangnya.

Meski tidak mudah dan butuh perjuangan, ke depan pihaknya komitmen akan terus berupaya maksimal agar Lapas atau Rutan di wilayah Kantor Kemenkumham Sumbar bisa meraih semua kategori penilaian di tingkat nasional.

“Kami mohon bantuan dari insan pers mendorong seluruh unit pelaksana teknis yang berjumlah 26 di Sumbar bisa berprestasi. Makin meningkat kualitas pelayanan pada warga binaan berbasis HAM dan pelayanan optimal dan maksimal,” ucap Andika. (i)

Previous articleTahanan Kasus Pembunuhan Kabur
Next articleKarya Kreatif dan Inovatif Builder Bali, XSR 155 Dibuat Tampil Gagah