Potensi Pariwisata Sumbar Bisa Percepat Peningkatan Ekonomi Masyarakat

53

Pariwisata adalah sektor yang paling penting dan vital di Sumatera Barat, terutama dalam hal hospitality, agrowisata dan geopark. Diaspora Network-Global bekerja sama dengan Universitas YARSI, Petani Minang Global (PMG) dan Pemprov Sumbar menggelar webinar bertema “Pariwisata Sumbar: Hospitality, Agrowisata & Geopark, Sabtu (28/5/2022).

Rektor Universitas Yarsi Prof Fasli Jalal mengatakan, webinar bertujuan agar semakin membaiknya pelayanan pariwisata dari berbagai aspek lainnya sehingga dapat meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara dan nusantara serta meningkatnya nilai kepuasan terhadap pariwisata Sumbar.

Gubernur Sumbar Mahyeldi menyebutkan bahwa wisata merupakan keunggulan di Sumatera Barat. Pariwisata program tercepat untuk memperbaiki ekonomi masyarakat. “Melalui program wisata, kenaikan ekonomi bisa mencapai 600%. Tentu ini bisa menjadi percepatan kenaikan ekonomi yang baik,” ujarnya.

Dari pandangan pemerintah sendiri, Sumatera Barat memiliki ekonomi kreatif yang paling berkembang saat ini, yakni pada sub sektor kuliner di samping pariwisata dan kebudayaan.

“Potensi yang bisa dikembangkan untuk meningkatkan pariwisata Sumbar, misalnya kalau mau cari makanan enak, makanan Padang menjadi top of mind masyarakat,” tukasnya.

Sementara itu, Yuliandre Darwis selaku Penasihat Menteri Pariwisata Ekonomi Kreatif mengatakan, percepatan pembangunan ekonomi yang merata adalah salah satu tujuan pemerintah Indonesia.

“Ada empat karakteristik Indonesia yang menunjukkan bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam pembangunan ekonomi; seperti di bidang ekonomi, Indonesia merupakan negara terbesar di Asia Tenggara dengan pertumbuhan ekonomi yang relatif stabil,” ungkap Yuliandre.

Tekanan ekonomi Indonesia sepanjang 2020 termasuk moderat dibandingkan dengan negara anggota G20 dan Asia Tenggara. Tercatat, pertumbuhan ekonomi Indonesia minus 2,07 persen, membaik dari periode sebelumnya. Artinya, Indonesia mampu tangani Covid-19 dan mampu kurangi dampak Covid-19 dalam perekonomian.

Lalu komposisi demografi, Indonesia negara dengan populasi terbesar ke-4 di dunia. Populasi terbesarnya berada pada usia produktif. Kondisi ini menjadikannya negara dengan sumber daya manusia yang kompetitif.

Baca Juga:  Lulus Kuliah ke Turki, Pelajar MAN 1 Payakumbuh Terbentur Biaya

Ketiga, lanjut Yuliandre, adalah SDA (Sumber Daya Alam). Indonesia memiliki sumber daya terbarukan (produk agrikultur) dan tidak terbarukan (tambang dan mineral) yang berlimpah. Terakhir,  lokasi geografis. Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang memiliki koneksi langsung dengan pasar terbesar dunia yakni Selat Malaka sebagai jalur laut paling aktif di dunia dan menjadi rute utama pelayaran global.

Salah satu terobosan yang dilakukan pemerintah untuk mewujudkan pembangunan ekonomi yang merata adalah melalui pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di berbagai wilayah Indonesia.

Wilayah-wilayah tersebut ditetapkan oleh Pemerintah berdasarkan usulan dari Badan Usaha dan Pemerintah Daerah. Kawasan Ekonomi Khusus adalah suatu kawasan dengan batas tertentu yang tercangkup dalam daerah atau wilayah untuk menyelenggarakan fungsi perekonomian dan memperoleh fasilitas tertentu.

“Saat ini sudah ada 18 Kawasan Ekonomi Khusus yang tersebar di Indonesia dari Sumatera hingga Papua, untuk menyamaratakan pertumbuhan ekonomi tanah air,” jelas Yuliandre.

Webinar ini diisi banyak narasumber terbaik yang bergerak aktif di sektor pariwisata Indonesia, khususnya Sumatera Barat. Salah satunya adalah Ridwan Tulus, seorang Tour Designer Green tourism. Beliau menyampaikan bahwa membuat destinasi wisata yang menyehatkan adalah suatu gagasan yang menarik dan akan dilirik banyak wisatawan.

“Wisata green healing atau mungkin ocean healing adalah wisata yang nantinya akan banyak diminati wisatawan asing, dan Sumatera Barat memiliki potensi itu,” lanjut Ridwan.

Diharapkannya, ada hal-hal yang bisa direalisasikan bersama nantinya, salah satunya diharapkan lahirnya paket paket wisata Ranah yg bisa dijual ke rantau.(rel)