Rajin Sosialisasi, Penyalahgunaan Narkoba di Sumbar Turun 3-5 Persen

13

Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumbar mengklaim, terjadi penurunan warga Sumbar yang terlibat penyalahgunaan narkoba, baik kategori coba pakai, teratur pakai, maupun pecandu, pada periode tahun 2020-2021.

Kepala BNN Provinsi Sumbar Brigjen Pol Khasril Arifin mengatakan, pada tahun 2018 tercatat sebanyak 66.612 orang di Sumbar yang terlibat penyalahgunaan narkoba. Untuk tahun ini, turun sekitar 3 sampai 5 persen.

“Penurunan terjadi karena kita rajin sosialisasi, terutama kepada para pecandu narkoba sehingga secara sadar mereka datang ke Kantor BNN untuk direhabilitasi,” ungkapnya saat peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) Tahun 2021 di Padang, Senin (28/6/2021).

Selain itu, melalui program Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), pihaknya juga secara masif melakukan sosialisasi bahaya narkoba kepada para generasi muda di Sumbar.


Program yang bertujuan menekan angka penyalahgunaan narkoba ini bekerjasama dengan pihak perguruan tinggi, instansi pendidikan, dan pihak swasta. Dengan memberikan pelatihan kepada generasi muda sebagai perpanjangan tangan BNN.

“Tugasnya memberikan sosialisasi kepada generasi muda di lingkungan mereka masing-masing. Kalau ada ditemukan korban penyalahgunaan narkoba, akan diarahkan untuk konsultasi di klinik dan Tim BNN akan datang ke sana,” terangnya.

Baca Juga:  Nevi Zuairina Inisiasi Pembagian Sembako 8 Titik Dapil Sumbar II

Di sisi lain, diakui Khasril, Sumbar selalu masuk jalur merah peredaran gelap narkoba setiap tahun. Peredaran gelap narkoba ini datang dari provinsi tetangga seperti Pekanbaru, Medan, Aceh melalui wilayah Payakumbuh dan Pasaman Barat.

Sejauh ini pihaknya bersama instansi terkait dan pemerintah daerah setempat selalu melakukan pengawasan dan penjagaan di daerah perbatasan secara ketat untuk mencegah masuknya barang haram tersebut ke wilayah Sumbar.

“Ini harus dilaksanakan secara konsisten dan berkolaborasi. Semuanya, bukan hanya BNN tapi semuanya, pemerintah, swasta, dan masyarakat ikut mengawal sehingga angka penyalahgunaan narkoba di Sumbar bisa kita tekan sampai serendah-rendahnya,” sebut Khasril. (idr)