Sebaran Massif, 16 Daerah Zona Orange

28
Layanan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Padangpanjang harus ditutup sepekan ke depan karena pegawai dinyatakan positif Covid-19. (IST)

Peningkatan positif Covid-19 di Sumbar kembali mengkhawatirkan. Dalam sehari ratusan warga terkonfirmasi positif. Seperti Selasa (27/4), Satgas Penanganan Covid-19 Sumbar mencatat 212 warga Sumbar terkonfirmasi positif Covod-19. Ratusan warga positif itu tersebar di 17 kabupaten kota.

Sementara Rabu (28/4) ada 223 warga yang positif Covid-19 dan 4 pasien positif dinyatakan meninggal dunia. 1 orang berasal dari Kabupaten Solok, Kabupaten Pasaman 2 orang dan Kabupaten Limapuluh Kota 1 orang. Dengan penambahan kasus baru itu, total sudah 36.491 warga Sumbar terkonfirmasi positif sejak mulai mewabahnya virus tersebut.

Dari data Satgas Penanganan Covid-19 Sumbar, hanya Kabupaten Kepulauan Mentawai yang sedikit mencatatkan kasus kematian, yakni 1 kasus. Sementara Kota Padang mencatatkan kasus meninggal paling tinggi yakni 321 orang.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Sumbar Jasman Rizal mengatakan, untuk 223 orang positif Covid-19 kemarin sebarannya yakni, dari Kota Padang 72 orang, Kota Padangpanjang 26 orang, Kota Bukittinggi 2 orang, Kota Payakumbuh 25 orang, Kota Solok 10 orang, Kota Pariaman2 orang, Kabupaten Pasaman 1 orang, Kabupaten Padangpariaman 3 orang.

Selanjutnya Kabupaten Agam 6 orang, Kabupaten Limapuluh Kota 28 orang, Kabupaten Solok 14 orang, Kabupaten Tanahdatar 16 orang, Kabupaten Sijunjung 4 orang, Kabupaten Kepulauan Mentawai 2 orang, Kabupaten Pasaman Barat 3 orang dan Kabupaten Solok Selatan sebanyak 10 orang.

Dengan kata lain, kemarin hanya tiga daerah yang tidak mencatatkan kasus positif. Sementara itu, untuk saat ini atau pada minggu ke 59 penyebaran virus, tidak ada daerah di Sumbar yang berstatus zona merah (risiko tinggi penyebaran virus). Namun begitu juga tidak ada daerah yang berstatus zona hijau (tidak ada kasus positif) di Sumbar.

Sementara itu, untuk status zona kuning (risiko rendah penyebaran virus) hanya ada tiga daerah yakni Kota Pariaman, Kota Padangpanjang dan Kota Bukittinggi. Jasman menyebut, Kota Pariaman menjadi yang terbaik minggu ini dengan skor tertinggi 2,79 dalam penanganan Covid-19 yang sesuai dengan indikator kesehatan masyarakat.

Sementara itu, 16 daerah lainnya di Sumbar saat ini berstatus zona orange (risiko sedang penyebaran virus). Jasman menyebut jumlah daerah berstatus zona orange ini meningkat dari minggu sebelumnya yang hanya 13 daerah.  “Yang paling rendah skornya pada minggu ini dalam penaganan Covid-19 adalah Kabupaten Solok,” ujarnya.

Pegawai Positif Pustaka Arsip Ditutup
Di sisi lain, terkonfirmasi positifnya tiga pegawai di lingkungan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Padangpanjang, layanan publik terhadap akses pustaka serta arsip pada instansi tersebut harus ditutup selama satu pekan ke depan.

Kepala DPK Kota Padangpanjang, Alvi Sena mengatakan hal ini guna memastikan berjalannya upaya memutus mata rantai penyebaran virus korona terhadap masyarakat yang berkunjung ke perpustakaan itu.

Ia menyampaikan, terkonfirmasi positif Covid-19 di lingkungan DPK bermula dari salah seorang pejabat Eselon III yang menjalani swap untuk kepentingan tindakan medis atas penyakit yang diderita. Berdasarkan hasil swab yang bersangkutan positif, Alvi mengaku langsung menindaklanjuti dengan melakukan swab massal terhadap seluruh ASN serta THL yang terdapat pada dinas tersebut.

Baca Juga:  Truk Batu Bara Angkut Belasan Penumpang, Dicegat di Pos Penyekatan

“Dari rangkaian tersebut, terkonfirmasi dua pegawai lainnya positif. Berangkat dari kondisi itu, kami memutuskan untuk menutup layanan guna memutus mata rantai penyebaran meski telah dilakukan penyemprotan disinfektan hingga dua kali pasca kejadian. Di sisi lainnya kita juga melakukan evaluasi penerapan protokol kesehatan (prokes), yang selama ini sangat ketat dijalankan,” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Padangpanjang, Nuryanuwar membenarkan telah terkonfirmasi tiga masyarakat Padangpanjang yang merupakan hasil tracking salah seorang pejabat Eselon III di lingkungan perpustakaan dan arsip.

Nuryanuwar menyebut yang bersangkutan diketahui positif sehari setelah menjalani swab di Puskesmas Kabunsikolos pada 19 April lalu. Menyikapi kondisi tersebut, tim penanganan Covid-19 bersama dinas terkait melakukan tracking dan pendataan untuk melakukan swab massal yang dilaksanakan pada Sabtu (24/4) pekan lalu.

“Dari hasil swab seluruh pegawai yang ada di lingkungan dinas terkait, bertambah dua orang lagi terkonfirmasi positif. Tiga orang positif tersebut, dua diantaranya berdomisili di luar Padangpanjang. Karena itu untuk menjaga prokes itu sangat penting. Kita tidak pernah sadar dengan siapa dan di mana bisa tertular virus korona,” tutur Nuryanuwar terus mengajak masyarakat patuh prokes.

Kasus Covid-19 Meningkat Signifikan
Sementara itu, secara umum, kenaikan angka kasus Covid-19 di Kota Solok dalam 10 hari terakhir sangat mengkhawatirkan, dari 17-26 April 2021, setidaknya ada lebih kurang 86 kasus baru di kota Solok.

Berdasarkan laporan hasil pemeriksaan sampel yang dikirim oleh RSUD M Natsir dan RST Solok ke Laboratorium Fakultas Kedokteran Universitas Andalas bahwa hari ini ada 10 orang penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19, Rabu (28/4).

Sekretaris Kota Solok selaku Sekretaris Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Solok, Syaiful mengatakan, melihat perkembangan kasus terkonfirmasi positif setiap hari selalu ada, Pemko Solok dan Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, selalu mensosialisasikan protokol kesehatan pada masyarakat.

“Apalagi saat ini kita berada di bulan suci Ramadhan, mari kita menjaga jangan sampai muncul cluster baru dari aktivitas yang bersifat bertemu banyak orang yang berbeda asal seperti kegiatan berbuka bersama,” ujarnya, Rabu (28/4).

Dengan penambahan kasus terkonfirmasi positif hari ini, komposisi data kasus di Kota Solok yakni, total kasus 964 orang, sembuh 859 orang, isolasi di RSUD M Natsir 2 orang, isolasi di RST 1 orang, isolasi nandiri 85 orang, dan meninggal 17 orang.

Sementara itu, Wawako Solok, Ramadhani Kirana Putra mengatakan, dalam kurun waktu beberapa hari kebelakang kasus Covid-19 terus mengalami penambahan yang cukup signifikan. Untuk itu, perlu perhatian serius dan upaya yang masif menyikapi setiap persoalan yang ada di daerah.

“Saya minta setiap OPD terkait itu untuk lebih serius melakukan upaya tracking, disamping tetap mengedukasi masyarakat. Tentunya jika diperlukan upaya penegakkan aturan. Apalagi telah ada Perda Provinsi Sumbar Nomor 6 Tahun 2020,” ujarnya. (wni/wrd/f)

Previous articlePerekaman e-KTP, Disdukcapil Pariaman Datangi Rumah Warga 
Next articleAndre Rosiade: Gerindra Pilih Wawako Padang Terbaik