Wamendag Dorong Pelaku UMKM Berinovasi

5
TINJAU HARGA: Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga mengunjungi Pasar Sungaitarab, Selasa (28/6).(IST)

Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) RI, Jerry Sambuaga berkunjung ke sejumlah daerah di Sumbar, kemarin (28/6). Di Padangpanjang, Wamendag menyoroti Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Kondisi pasca pandemi Covid-19 terhadap keberlangsungan tumbuhkembangnya UMKM, menuntut pelaku usaha beradaptasi dan berinovasi untuk mengembangkan diri.

Jerry Sambuaga menyebut adaptasi para pelaku UMKM dapat dimulai dari mengubah model bisnis hingga memanfaatkan platform digital sebagai sarana penjualan dan memperluas jaringan bisnis.

“Perlu adanya inovasi untuk menjawab tantangan dan mengikuti perkembangan, serta permintaan pasar terhadap produk digital yang semakin meningkat. Kita menyadari penting untuk UMKM untuk masuk ekosistem digital agar bisnisnya menjadi lebih efisien, rantai perdagangan menjadi lebih pendek, serta pasarnya semakin luas,” ucap Jerry.

Ia menyebut ke depan akan terus men-support segala jenis UMKM yang ada, khususnya di Kota Padangpanjang dan Sumbar pada umumnya. Kementerian Perdagangan (Kemendag), katanya juga mempunyai program supporting system dalam hal pelatihan dan bisnis matching yang berorientasi ekspor.

Terkait dengan era digitalisasi marketing, Jerry mengungkapkan saat ini yang dibutuhkan para pelaku UMKM yakni akses. Diantaranya akses market place dan akses menuju produk-produk digital seperti crypto yang merupakan aset komunitas produk-produk digital.

“Ini juga bisa menjadi salah satu kreativitas anak muda yang perlu kita dukung. Mereka antusias dan sudah siap untuk membuat produk digital seperti crypto dan bisa dijadikan salah satu produk ekspor Indonesia,” ungkapnya.

Di sisi lainnya, Jeryy mengatakan pihaknya juga siap membuka peluang bantuan dari Kemendag untuk pelaku UMKM khususnya di Kota Padangpanjang. Melalui Pemerintah kota disampaikannya untuk memfasilitasi usulan bantuan terhadap kementerian.

“Kami menunggu dan siap. Silakan usulkan baik itu dalam bentuk pelatihan, bisnis matching, ataupun dalam bentuk pendampingannya agar bisa siap ekspor. Karena ini menjadi parameter bagaimana produk UMKM itu setelah mengikuti pelatihan, bisa dilakukan ekspor ke mancanegara,” pungkas Jerry.

Baca Juga:  Gebu Minang Jawa Timur Gelar Pertandingan Domino Spesial HUT ke-77 RI 

Pantau Stok dan Harga

Di Tanahdatar Wamendag meninjau ketersediaan dan harga bahan pokok di Pasar Sungai Tarab, Kabupaten Tanahdatar. Saat mengunjungi Pasar Tradisional Sungaitarab, Wamen Jerry  tampak berbincang sambil berdiskusi dengan beberapa pedagang terkait ketersediaan dan harga minyak goreng dan harga cabai.

Ketersediaan minyak goreng dan harga di kalangan pedagang di Pasar Sungaitarab cukup  stabil bahkan ketersediaannya melimpah.

“Saya bertanya ke pedagang tadi ketersediaannya melimpah, itu yang lebih penting, stok aman, tidak ada antrean dan kelangkaan dengan minyak goreng,” katanya.

Bahkan menurut Jerry, di Pasar Sungaitarab harga minyak goreng lebih murah dari Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah diatur pemerintah.

“Tadi saat melihat langsung dan sempat mengecek harga, untuk minyak goreng curah sesuai harga yang ditetapkan pemerintah itu Rp14.000 atau Rp15.500 per liter. Tadi saat kita tanyakan ke pedagang mereka menjual  Rp15.000, berarti rendah 500 dari harga yang ditetapkan,” katanya.

Sementara untuk harga cabai merah keriting di Pasar Sungaitarab masih tergolong tinggi yaitu mencapai Rp120.000 per kilo gramnya dikarenakan kurangnya ketersediaan pasokan.

Wamendag meminta, kepada pimpinan daerah dan kepala dinas terkait, untuk bisa memantau ketersediaan cabai mulai dari petani dan dikalangan pedagang agar harga bisa terjangkau dan berharap ke depannya bisa turun.

Sementara itu, Wakil Bupati Tanahdatar Richi Aprian mengatakan,  saat ini di Tanahdatar menang terjadi kenaikan harga cabai bahkan sebagaimana disampaikan pedagang harganya di atas seratusan ribu.

“Namun di suatu sisi meningkatnya harga cabai memberikan keuntungan bagi petani kita yang selama ini harganya cukup rendah, tapi kita harapkan harga cabai tetap stabil hingga saling menguntungkan,” katanya.

Salah seorang pedagang di pasar itu Ema, mengatakan, naiknya harga cabai hingga di atas ratusan ribu, telah berlangsung dua atau tiga minggu belakangan. (stg/wrd)