Tambah 90 Kasus, Peta Risiko Zonasi Penyebaran Covid-19 Berubah

Penyebaran virus Covid-19 (korona) di Sumbar terus terjadi. Perilaku sebagian masyarakat yang tak acuh dengan protokol aman Covid-19 menjadi salah satu faktor masifnya penularan virus ini. Kemudian kurangnya kesadaran warga melakukan tes swab atau rapid test usai bepergian keluar Sumbar juga turut memberi andil.

Ironisnya, ketidakjujuran masyarakat melaporkan kondisi kesehatannya yang terpapar korona menambah deretan pasien suspect korona yang ikut terpapar.

Contoh kasus, 10 orang di Kabupaten Pasaman BaratĀ  yang terinfeksi virus ini, semuanya adalah dokter di RSUD Pasaman Barat. Diduga mereka terpapar dari warga yang tidak jujur dengan riwayat bepergiannya dari luar kota.

“Kita berharap, pasien jujur dengan apa yang ditanyakan oleh tenaga kesehatan disaat memeriksakan kesehatan. Kita berharap agar tenaga kesehatan juga lebih ketat lagi menjalani protokol kesehatan disaat melaksanakan tugasnya,” jelas Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sumbar, Jasman Rizal, Sabtu (29/08/2020).

Hari ini kembali dilaporkan penambahan 90 kasus positif korona di Sumbar. Ini merupakan hasil pemeriksaan 3.628 spesimen oleh Laboratorium Fakultas KedokteranĀ  Unand, Padang dan Laboratorium Veteriner Baso, Agam.

Jasman menegaskan, agar penanganan penyebaran Covid-19 bisa tertangani dengan baik, diharapkan daerah-daerah yang masih minim mengirimkan sampel spesimennya, segera mengirimkannya sesuai target testing rate yang telah ditetapkan.

“Berdasarkan data kami, masih banyak daerah yang enggan mengirimkan sampel spesimen warganya ke Lab. Kita khawatir, kalau tidak segera mengirimkan sampel ini, kita akan kesulitan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Sumbar,” tegas Jasman.

Baca Juga:  Positif Covid-19 dari Klaster Damiu Tuapejat Tambah 4 Orang Lagi

Kepala Diskominfo Sumbar ini, mengingatkan bahwa kasus ini ibarat bom waktu yang setiap saat bisa meledak. Karena itu daerah diminta melakukan tes PCR secara massal untuk dapat mendeteksi sejak dini penularan virus korona.

Dari penambahan kasus positif hari ini terbanyak berasal dari Kota Padang dengan 46 positif. Kemudian Dharmasraya 1 orang, Padangpariaman 9 orang, Limapuluh Kota 4 orang, Pessel 5 orang, Sijunjung 2 orang, Kabupaten Solok 3 orang, Agam 8 orang, Pasaman Barat 10 orang dan Payakumbuh 2 orang. Dengan positivity rate sebesar 2,8 persen. Lalu yang sembuh 9 orang.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, Ferimulyani menambahkan, peta zonasi risiko penularan Covid bisa berubah setiap saat tergantung dari tingkat penyebaran korona di daerah tersebut. Untuk Kota Padang hari ini petanya bergeser menjadi risiko tinggi.

“Bapak ibu mari kita bijak menyikapi ini dengan selalu memakai masker yang benar, jaga jarak dan sering mencuci tangan pakai sabun. Risiko penularan setiap saat bisa berubah tergantung dengan perilaku kita semua,” kata Ferimulyani mengingatkan.

Ia mengajak masyarakat yang baru dan akan kembali dari perjalanan luar Sumbar melakukan test PCR dan sebelum hasilnya keluar agar mengisolasi diri secara mandiri terlebih dulu. “Memutus rantai penularan covid harus dimulai dari diri sendiri,” ujarnya. (rel/bis)