KKI Warsi Sumbar-Masyarakat Nagari Programkan Pohon Asuh. Berminat?

40

Workshop Perhutanan Sosial, Selasa (30/3/2021)

Koordinator Program KKI Warsi Sumbar Rainal Daus mengatakan, hingga 2021 Pohon Asuh yang sudah dikembangkan sejak 2013 di hutan nagari di Sumbar, sudah berjumlah 276 batang.

“Pohon asuh merupakan program yang dikembangkan Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) Warsi sejak 2013. Program ini pertama kali dikembangkan di Hutan Adat seluas 120 Hektare di Desa Rantau Kermas, Kecamatan Jangkat, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi. Dan kemudian kami kembangkan juga di hutan nagari Sumatera Barat,” ujar Rainal pada acara Workshop Perhutanan Sosial, di Pangerans Beach Padang, Selasa (30/3/2021).

Beberapa hutan nagari yang telah menjalankan program pohon asuh yakni di Simancuang Solok Selatan, Sungai Buluah Padangpariaman serta di Simanau dan Sirukam di Kabupaten Solok.

“Jadi kita mencari pohon yang berdiameter 60 cm. Setelah ditemukan, data pohon itu kita unggah ke internet untuk dipromosikan. Untuk menjadi pengasuh pohon tersebut, cukup mendonasikan sejumlah uang Rp200 ribu per pohon per tahun. Warsi akan kembali ke hutan untuk menempel data pengasuh di pohon bersangkutan,” jelas Rainal.

Baca Juga:  BPH Migas: Aspirasi Andre Rosiade Berbuah Kenaikan Kuota BBM Subsidi

Data ini berupa nama pengasuh, tanggal mulai pengasuhan, dan nama pohon. Kemudian difoto dan dikirim ke orang yang mengasuh.

“Ini bisa diperpanjang. Dalam waktu satu tahun akan ada email otomatis yang menanyakan apakah anda mau melanjutkan pengasuhan pohon atau tidak,” lanjutnya

Donasi ini nanti diberikan kepada masyarakat melalui kelompok pengelola hutan nagari. Pohon yang sudah diasuh sudah disepakati bersama masyarakat tidak akan hilang atau ditebang dalam waktu satu tahun. Donasi ini bisa dimanfaatkan masyarakat untuk pembangunan dan pendidikan.

“Alhamdulillah, pohon asuh Ini sudah menghasilkan nominal Rp55,2 juta. Dan kami berharap akan terus bertambah pohon-pohon besar yang mendapatkan pengasuhnya. Silakan bagi siapapun yang berminat, klik https://www.pohonasuh.org,” ujarnya. (hsn)

Previous articleKreativitas Produksi Konten Siaran Bisa Cegah Senjakala Televisi
Next articleWabup Pessel: Penanganan Stunting Harus Terintegrasi dan Kontinu