Sidak BBPOM di Padang, Ditemukan Takjil Mengandung Zat Berbahaya

27

 

Balai Besar POM (BBPOM) di Padang menemukan tiga makananan mengandung zat berbahaya selama melakukan inspeksi mendadak (sidak) di tujuh kabupaten/kota di Sumbar.

Hal ini disampaikan Ketua Tim Sidak dari BBPOM di Padang, Zulkifli saat melakukan sidak pasar pabukoan di pelataran parkir Imam Bonjol, Kota Padang, Jumat (30/04/2021).

Ketiga makanan tersebut ditemukan tim BBPOM di Kota Padang dan di Kota Padangpanjang. Untuk di Kota Padang, tepatnya di pasar pabukoan Bandarbuat, tim menemukan dua makanan diduga teridentifikasi mengandung rhodamin B pada makanan cendol delima dan di Kota Padangpanjang ditemukan makanan diduga borak pada jenis bakso.

“Hari ini kita menyambangi pasar pabukoan di pelataran lapangan Imam Bonjol, sebelumnya BBPOM di Padang telah turun di tujuh kabupaten/kota. Dari tujuh kabupaten/kota tersebut, BBPOM telah melakukan uji 169 sampel yang telah kita sampling,” kata Ketua Tim Sidak dari BBPOM di Padang, Zulkifli kepada wartawan.

Dari hasil 169 sampling tersebut, kata Zulkifli tim BBPOM menemukan tiga makanan mengandung zat berbahaya.

“Jika kita bandingkan dari tahun ke tahun, masyarakat kita mulai cerdas serta kesadaran pelaku usaha tidak menggunakan pewarna dalam makanan terus meningkat,” ujar Zulfahmi

Baca Juga:  Pengujung Ramadhan, Nevi Tetap Salurkan Sembako, Bantu MCK Masjid

Ia mencontohkan pedagang makanan yang dulunya menggunakan pewarna, sekarang telah menggunakan sirup, jadi positif rhodamin itu sangat kecil sekali.

“Adapun sampel yang kita ambil adalah makanan diduga mengandung rhodamin B dan borak, karena ini sering ditemukan BBPOM setiap tahunnya,” ungkapnya.

Untuk Sumbar sendiri, makanan yang banyak mengandung rhodamin B, ditemukan pada makanan cendol delima dan jenis cendol-cendol lainnya.

“Kita dengan Dinas Kesehatan akan melakukan pembinaan terhadap pelaku usaha, selain itu kita juga akan bekerja sama dengan pengelola pasar,” ungkap Zulkifli.

Lebih lanjut Zulkifli menyebutkan untuk Kota Padang telah lima lokasi tempat pasar pabukoan dilakukan sampling, yaitu Pasar Bandarbuat, Pasar Lubukbuaya, Pasar Ulakkarang, Gunungpangilun terakhir Pasar Pabukoan Imam Bonjol.

“Karena pandemi Covid-19 kita di BBPOM membatasi, maka kami membatasi kota yang kami datangi. Jika pemerintah daerah butuh dukungan dari BBPOM, dalam melakukan pengujian ini, baru kami bisa turun ke daerah-daerah,” ulasnya. (rid)

Previous articleSayangi Ginjal, Jangan Berbuka dengan Air Es dan Makanan Cepat Saji
Next articleDi Sumbar, 955 Pelanggaran Tilang Elektronik, 36 STNK Diblokir