Bukittinggi Masuki New Normal, Wagub Cek Masjid, Pasar dan Hotel

45
Wagub Sumbar Nasrul Abit meninjau kesiapan pedagang Pasar Bukittinggi jelang penerapan new normal. (Foto: Diskominfo)

Kota Bukittinggi satu-satunya daerah dari 19 kabupaten dan kota di Sumbar, yang akan menerapkan tatanan normal baru (new normal) yang aman dari Covid-19 mulai Senin (1/6/2020).

Untuk melihat kesiapan kota wisata itu, Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit meninjau sejumlah titik fasilitas umum di Kota Bukittinggi, Sabtu (30/05/2020).

“Kedatangan saya beserta jajaran terkait untuk memastikan bahwa persiapan Bukittinggi memasuki tatanan normal baru pada Senin lusa (1/6/2020) benar-benar telah optimal dari semua sektor, terutama dari segi agama dan perekonomian,” ungkap Nasrul Abit kepada Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias.

Didampingi Ketua MUI Sumbar Buya Gusrizal Gazahar, lokasi pertama yang disambangi Nasrul Abit adalah rumah ibadah.

Mantan Bupati Pessel dua periode itu mengecek kesiapan protokol kesehatan Covid-19 pada Surau Buya Gusrizal dan Masjid Mukhlishin Manggih Bukittinggi, khususnya terkait pelaksanaan ibadah Shalat Jumat.

“Saya kira semua sudah diatur, penyediaan thermogun, physical distancingnya dijaga, berwudhu dari rumah, membawa sajadah sendiri, khutbah hanya sepuluh menit. Ini bisa menjadi role model nantinya bagi kabupaten dan kota lain yang bersiap lepas dari PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar),” kata Nasrul Abit.

Untuk sektor perekonomian, Wagub meninjau Pasar Bawah, Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan, Pasar Atas dan Kawasan Pedestrian Jam Gadang.

“Pemerintah Kota Bukittinggi telah menyatakan siap menerapkan kebijakan perubahan kehidupan baru aman Covid-19 dengan menerapkan secara konkret protokol kesehatan, seperti pengaturan pembukaan objek wisata, pasar dan hotel serta rumah makan hingga ibadah di masjid,” ungkapnya.

Penerapan protokol kesehatan Covid-19 terlihat dengan telah dilakukan penempatan aparat keamanan di sejumlah titik.

“Alhamdulillah, hari ini kita lihat, persiapannya sudah cukup matang. Ini sebenarnya yang diharapkan Pak Gubernur, kalau sudah siap jangan setengah-setengah,” tukasnya.

Dengan nol kasus positif Covid-19 di Bukittinggi, dia mengingatkanjangan sampai membuat kewaspadaan melemah. Apalagi Bukittinggi banyak dikunjungi wisatawan. Maka, tetap waspada dan terus menjalankan protokol kesehatan.

“Bekerja sama dalam menerapkan protokol kesehatan Covid-19 inilah yang kita tegaskan. Supaya nantinya menjadi model inovasi atau percontohan bagi daerah lain,” ingatnya.

Terkait kontribusi Pemprov Sumbar terhadap penerapan tatanan normal baru di Bukittinggi, Nasrul menyatakan siap memberikan dukungannya.

“Untuk tes swab PCR nanti kita akan bantu, kita saling support saja, seperti Bukittinggi belum punya rumah sakit, manfaatkan rumah sakit yang ada. Jadi kita tidak harus kaku,” imbuhnya.

Sementara itu Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias mengatakan seluruh aspek terkait penerapan tatanan normal baru di kota yang dipimpinnya telah dikaji dan diterapkan menyeluruh.

Agar semua tatanana normal baru berjalan sukses, pihaknya juga telah menyiapkan sanksi bagi masyarakat yang melanggar protokol Covid-19 yang telah ditetapkan.

“Jika kedapatan tidak pakai masker, kami minta yang melanggar itu membeli tiga masker,” tambahnya.(esg)