Komisi II Setujui Rencana Dirikan Perusahaan Pengelola Pasar Raya Padang

32
Pasar Raya Padang, bakal dikelola oleh perusahaan daerah.

Rapat kerja (raker) Komisi II DPRD Padang dengan Dinas Perdagangan Padang menyetujui rencana membentuk PD Pasar Raya Padang.

Sebelum PD Pasar terealisasi, Ketua Komisi II Yandri meminta Dinas Perdagangan menyelesaikan tugas-tugas sebelumnya, seperti masalah yang ada dengan PKL di Jalan Sandang Pangan dan Pasar Belimbing dan penempatan pedagang.

“Berdasarkan raker disetujui rencana Kadis Perdagangan Kota Padang Andre Algamar membentuk PD Pasar untuk peningkatan PAD karena selama pengalaman 5 tahun terakhir belum ada pendapatan dari Dinas Perdagangan sebesar Rp 6 Miliar,” ujar Yandri didampingi Koordinator Ilham Maulana, Selasa (30/6/2020).

Komisi II juga meminta Pemko Padang membantu menyelesaikan dan menfasilitasi kasus Atom Shopping Centre.

Sebelumnya, Kadis Perdagangan mengajukan Ranperda PD Pasar Raya, dengan menyedot alokasi dana sebesar Rp11 miliar. Diharapkan keberadaan PD Pasar Raya akan memberikan PAD sebesar Rp 5 miliar.

“Diharapkan pengelolaannya oleh orang-orang profesional. Pengelolaan Pantai Air Manis dengan PSM sudah menghasilkan PAD sebesar Rp2,4 Miliar,” jelas Yandri.

Sementara itu, Ilham Maulana menanyakan tentang surat pedagang Atom Centre yang dikirim sejak Maret 2020 yang lalu.

“Para pedagang ingin kejelasan dan tidak mau membayar retribusi karena mereka membayar ke pengelola pertokoan tersebut karena kepemilikan masih a.n. Sumardi Gunawan, yang merupakan pemilik Family Raya,” ucapnya.

Ilham juga menyinggung persoalan piutang lainnya yang belum tertagih dengan total 13 miliar rupiah.

“Untuk peningkatan PAD, kami meminta dinas perdagangan untuk melakukan penagihan terhadap pengusaha-pengusaha yang masih membandel dalam hal pembayaran,” tegasnya. (edg/hsn)