Jika NA jadi Gubernur, Ajo Dewa Minta Silek Minang Dilestarikan

51
Salam komando Nasrul Abit dengan Ajo Dewa. (IST)

Tokoh Silek Minang, Ajo Dewa yang juga ketua Perguruan Silek Harimau Lalok berpesan kepada Nasrul Abit (NA) jika terpilih jadi gubernur Sumbar agar tetap menjaga marwah Silek Minangkabau.

Hal itu disampaikannya dalam pertemuan di Jakarta, Selasa (29/9/2020) malam.

Tokoh Minang dengan nama asli M. Armawi Koto ini, ingin Silek tetap diwariskan secara turun temurun dari generasi ke generasi, bukan hanya sekadar tradisi atau seni beladiri semata.

Tapi jauh dari itu, menurutnya, Silek Minang identik denga proses pembelajaran untuk membentuk kepribadian yang tangguh. Tangguh dari sisi keterampilan ragawi dan tangguh memahami diri sebagai makhluk ciptaan Allah SWT yang paling mulia.

“Ya. Tadi saya bersilaturahmi dengan Ajo Dewa. Saya menangkap pesan yang disampaikan juga keinginan banyak Tuo Silek. Menjaga marwah Silek Minang ini, adalah tantangan dan tanggung jawab kita bersama,” ungkap calon gubernur Sumbar, Nasrul Abit usai pertemuan tersebut.

Menurut mantan bupati Pesisir Selatan dua periode ini, bicara tentang Minangkabau, sudah pasti juga akan bicara tentang Silek. Bagi masyarakat Minangkabau, Silek ini sudah mendarah daging. Namun, tentu saja menjaga kelestarian Silek Minang ditengah gempuran teknologi dan sudut pandang yang beda dan beragam di generasi milenial saat ini, menjadi sebuah tantang besar yang harus dihadapi.

Baca Juga:  Bertemu NA, Ninik Mamak Sijunjung Minta Dilibatkan dalam Pembangunan

Menurutnya, menjaga marwah dan kelestarian Silek serta budaya dan tradisi Minangkabau lainnya, adalah harga mati.

“Kita juga tidak menutup mata kalau saat ini, kita sudah masuk pada sebuah kondisi yang menggerus nilai-nilai budaya. Semakin berkembangnya zaman, tentu saja juga berpotensi melupakan kekayaan budaya yang ada. Tapi, yang harus diingat, kita di Minangkabau tidak demikian. Kita akan terus menjaga marwah dan melestarian nilai-nilai budaya yang sudah diwariskan kepada kita. Ini adalah, kewajiban yang dibebankan kepada kita semua,” papar Nasrul Abit.

Nasrul Abit menambahkan, selain berpesan untuk menjaga marwah dan terus melestarikan nilai budaya yang ada, Ajo Dewa juga menitipkan agar melanjutkan pembangunan di Sumatera Barat dan Pariaman khususnya. (rel)