Alot, Majelis Skors Sidang Sengketa Informasi Publik LAI dan Bank Nagari

28

Sidang Penyelesaian Sengketa Informasi Publik tentang dana CSR antara pemohon Leon Agusta Indonesia (LAI) dengan PT Bank Nagari (BN) sebagai termohon, Senin (31/1/2022) berlangsung alot.

Sidang diketuai Arif Yumardi dengan anggota majelis komisioner Adrian Tuswandi dan Nofal Wiska serta Panitera Pengganti Tiwi Utami terlihat menujukkan semangat pro-keterbukaan.

“Saya sepakat dengan permohonan informasi yang diajukan pemohon, yaitu untuk pembuatan model pengelolaan CSR di Sumbar. Tapi dengan data diminta 2016-2020 tidak random ini mengganjal bagi saya tentang metode permodelan yang dibuat,” ujar Anggota Majelis Komisioner Adrian Tuswandi pada sidang pembuktian sengketa informasi tersebut.

Sementara para pihak kukuh dengan argumen mereka masing-masing. “Kami minta by name by address data penerima supaya bisa memetakan potensi finansial CSR disalurkan termohon bisa memicu kesejahteran rakyat atau tidak,” ujar Kuasa LAI Julia Agusta.

Sedangkan Bank Nagari selaku termohon memastikan CSR yang dikelolanya sudah lewat uji audit internal dan eksternal.

‘Kalau CSR langsung dimohonkan datanya ada di website pada laporan tahunan setiap tahunnya. Kalau data terkait dana pendidikan, itu tidak ada. CSR untuk ini diserahkan kepada kepala daerah lengkap dengan berita serah terima dana CSR,” ujar kuasa termohon.

Baca Juga:  M Irsyad: 141 Nasabah Kena Skimming, Kerugian Bank Nagari Ditaksir Rp1,5 M

Ketua Majelis Komisioner KI Sumbar Arif Yumardi menangkap adu argumen dan memastikan majelis sudah bisa menangkap ke mana arah penyelesaian sengketa ini.

“Sehingga itu sidang pembuktian kita cukupkan hari ini. Pada sidang berikutnya para pihak silakan membacakan kesimpulan. Setelah itu majelis akan menelaah dan membuat putusan terhadap register ini,” ujar Arif yang kemudian mengetuk palu tanda sidang diskors.(rel/idr)