Satu Pintu Masuk Sumbar Dipantau 54 Petugas Gabungan

Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit usai rapat persiapan posko perbatasan wilayah Sumbar, Senin (30/3). (Foto: humasprov)

Mulai Selasa (31/3), Pemprov Sumbar bersama forkopimda menerapkan pembatasan selektif dengan menjaga ketat sembilan titik pintu masuk ke Sumbar.

Yakni di perbatasan Dharmasraya-Jambi, Sijunjung-Riau, Limapuluh Kota-Riau, Pesisir Selatan-Bengkulu, Pesisir Selatan-Jambi, Solok Selatan-Jambi, Pasaman-Riau, Pasaman-Sumatera Utara, Pasaman Barat-Sumatera Utara.

Dalam pembatasan itu, setiap masyarakat yang melintas harus menjalani pemeriksaan sesuai prosedur kesehatan yang dilakukan tugas di lapangan.

“Pemerintah kabupaten dan kota harus melakukan pemantauan setiap hari terhadap setiap orang yang masuk. Bisa dilakukan oleh lurah, nagari, kepala desa, kepala jorong, RT dan RW di daerah masing-masing,” kata Wakil Gubenur Sumbar Nasrul Abit usai Rapat Terbatas Persiapan Posko Perbatasan Wilayah Sumbar, di Aula Kantor Gubernur Sumbar, Senin (30/3).

Menurut Nasrul Abit, antisipasi penyebaran virus korona (Covid-19) merupakan tanggungjawab dan tugas bersama agar Sumbar segera terbebas dari pandemi itu.

Petugas gabungan Satpol PP, Dishub, BPBD, Dinkes, TNI dan Polri dari provinsi ditugaskan memantau posko di perbatasan. Sementara yang bertanggung jawab mendirikan posko dan melaksanakan di lapangan adalah masing-masing pemerintah kabupaten.

“Provinsi hanya monitoring dan suplai kelengkapan pelaksanaan pembatasan selektif bagi orang yang masuk. Sedangkan pelaksana petugas di kabupaten,” ujar Nasrul Abit.

Petugas yang diterjunkan untuk memantau berasal dari Dinas Kesehatan 5 orang, Pol PP 3 orang, Dinas Pehubungan 3 orang, BPBD 3 orang, TNI 2 orang, dan Polri 2 orang.

Dalam 1×24 jam dibagi 3 shift. Satu personel untuk 1 shift selama 8 jam kerja. “Jumlahnya 18 orang per shift sehingga petugas sehari berjumlah 54 orang untuk satu titik di setiap pintu masuk perbatasan,” kata Nasrul Abit.

Selain monitoring, petugas dari pemprov juga membagikan kelengkapan seperti thermo gun 2 unit per posko, kecuali Dharmasraya dan Limapuluh Kota sebanyak 4 unit per posko. Lalu, ada masker, hand sanitaizer, hand spoon, baju asmat, sepatu bot dan lembaran kesediaan karantika bagi pendatang sesuai pedoman Covid-19 Kemenkes.(esg)