Siapkan Anggaran Tangani Covid-19

Menekan penyebaran virus korona, Pemko Pariaman resmi menutup seluruh objek wisata termasuk Pantai Gandoriah. (IST)

Sejumlah daerah di Sumbar mulai serius menangani penyebaran virus korona (Covid-19). Miliaran rupiah disiapkan daerah untuk menanggulangi wabah tersebut. Seperti dilakukan Pemkab Solok dengan menyiapkan dana berkisar Rp 7 miliar sampai Rp10 miliar bersumber dari APBD Kabupaten Solok.

“Anggaran belanja tak terduga pada APBD Kabupaten Solok tahun 2020 ini Rp 2,5 miliar dan sudah kita alokasikan untuk penanganan darurat Covid-19 ini Rp 1,5 miliar. Untuk penambahannya, APBD Kabupaten Solok akan segera kita revisi untuk menindaklanjuti dan penanganan kondisi darurat ini ke depan,” ungkap Asisten II Bidang Ekbang Kesra, Meidison.

Menyikapi sejumlah kebijakan yang dikeluarkan Pemprov Sumbar bersama Forkopimda pihaknya akan melakukan razia ke gudang-gudang penyimpanan barang kebutuhan bahan pokok masyarakat yang ada di Kabupaten Solok. Hal itu dilakukan untuk mengetahui ketersediaan cadangan pangan dan bahan pokok masyarakat. “Bulog menjamin ketersediaan bahan kebutuhan masyarakat, untuk bulan puasa dan beberapa bulan ke depan,” katanya.

Di sisi lain, untuk ketersediaan alat pelindung diri (APD) bagi tenaga medis dan petugas lainnya yang bertugas menangani pasien yang terpapar korona, Pemkab Solok juga akan menggalang partisipasi masyarakat baik perantau maupun warga. “Kita juga akan meminta CSR dari BUMN, BUMD yang ada di daerah ini, untuk membantu dan memberi dukungan pengadaan APD ini nantinya,” ucapnya.

Bupati Solok Gusmal mengatakan, untuk menghadapi kemungkinan karantina wilayah secara terbatas, Pemkab Solok harus menyiapkan pembiayaan untuk menanggung warga terdampak yang diperkirakan 25.000 jiwa lebih yang akan dibantu selama satu bulan kehidupan.

Ia meminta kepada OPD terkait untuk cepat menghitung dan menyiapkan data, terutama untuk jejaring pengaman sosial ekonomi terfokus kepada warga yang terdampak ODP dan PDP yang tidak bisa beraktivitas apa-apa. Dengan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) sudah ada di kabupaten/kota masing-masing yang diambil sesuai keputusan rapat dengan Pemprov Sumbar. Data DTKS di Sumbar sekitar 4.78.000 ribu KK, untuk Kabupaten Solok sekitar 39.578 ribu KK. “Sebagian dari data ini sudah di tangani melalui program Kemensos baik itu PKH, Sembako akan terus berlanjut,” ucapnya.

Hal senada juga dilakukan Pemko Pariaman. Kepala Dinas Kominfo Pariaman Hendri menyebut Pemko Pariaman saat ini juga mengusulkan anggaran untuk penanggulangan bencana sebesar Rp 11 miliar. Hal ini untuk menjaga jika terjadi kondisi buruk wabah virus korona. Untuk saat ini anggaran yang sudah ada di BPBD Kota Pariaman Rp 200 juta untuk operasional pencegahan penularan wabah Covid-19. Sedangkan pada Dinas Kesehatan anggaran untuk pengadaan APD dan operasional kurang lebih Rp 1 miliar.

Tanahdatar
Di sisi lain, Pemkab Tanahdatar juga sudah menyiapkan anggaran Rp 7 miliar. “Pimpinan sudah menyetujui anggaran dari dana BTT (Belanja Tidak Terduga) APBD Tanahdatar Rp 7 miliar ini. Nantinya digunakan untuk pengadaan APD, masker, biaya operasional posko-posko, biaya edukasi masyarakat, instentif bagi petugas dan .diharapkan satu atau dua hari ini bisa dicairkan,” sebut Sekkab Tanahdatar Irwandi.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tanahdatar Yesrita menyebut pemerintah daerah terus berupaya menekan penyebaran virus korona. Sebanyak 39 orang yang berkontak langsung dengan 1 orang positif Covid-19 telah dikarantina berlokasi di Diklat Kemendagri Baso, Kabupaten Agam. Terhitung dari masa inkubasi tertanggal 18 sampai dengan 31 Maret 2020 dengan sisa karantina selama 3 hari ke depan. “Seluruh peserta karantina melakukan aktivitas rutin seperti biasanya. Mereka hanya beristirahat, minum vitamin, berjemur, berolahraga,” ujarnya.

Untuk memutus penularan Covid-19 diimbau masyarakat yang datang dari daerah terjangkit untuk mengisolasi diri secara mandiri hingga menghindari kontak langsung dengan keluarga lainnya. Jika selama isolasi tersebut mengalami gangguan kesehatan, diharapkan langsung memeriksakan diri ke puskesmas terdekat. (f/nia/mal)