Aset BPR Sipora Tumbuh 12,85%, Kredit Meningkat 15,13%

52

Mampu konsisten menghasilkan pertumbuhan usaha sebesar doube digit bukanlah perkara yang mudah apalagi pencapaian itu dilakukan disaat ekonomi masih sulit.

Namun berkat kerja keras dan strategis yang tepat, PT BPR Sipora Mentawai mampu mencatatkan itu. Selain usaha bertumbuh double digit, kualitas asset produktif pun kian membaik. Mulai dari ratio Non Perfomance Loan, Retun on Asset hingga ke ratio biaya operasional.

“Alhamdulillah di tahun buku 2021 ini kita di PT BPR Sipora masih mampu mempertahankan pertumbuhan usaha sebanyak double digit. Total aset tercatat sebanyak Rp 20,29 Miliar, realisasi Kredit sebanyak Rp 19,96 Miliar, Dana Pihak Ketiga sebanyak Rp 11,53 Miliar. Sementara kualitas aset juga kian membaik seiring turunnya ratio Non Perfomance Loan, naiknya ratio return on Asset, menurunnya ratio BOPO dan laba bersih usaha sebanyak Rp 503 Juta,” ujar Direktur Utama PT BPR Sipora Mentawai Afrianto Afrikal.

Menurut Alfianto, ada dua titik focus utama kinerja yang harus dicapai manajemen PT BPR Sipora Mentawai ditahun 2021 sesuai dengan Rencana Bisnis Bank yang sudah disepakati bersama pemegang saham. Selain terus meningkatkan total aset, kualitas assetpun mutlak harus dimaksimalkan. Alhamdulilah, berkat kerja keras dan strategi yang tepat, kedua target utama itu mampu dicapai dengan baik.

Aset, Dana dan Biaya

Bertumbuh double digitnya kinerja usaha di tahun 2021 membuat sejumlah indikator utama usaha kian membaik. Hingga akhir tahun 2021 total aset yang mampu dibukukan tercatat sebanyak Rp 20,29 Miliar. Realisasi asset ini melampaui target yang dituangkan dalam Rencana Bisnis Bank. Selain melampaui target, realisasi aset juga bertumbuh 12,85 Persen secara year on year.

Merangkak naiknya total asset menandakan fungsi intermediasi di BPR Sipora Mentawai berjalan dengan bagus. Baik dalam menghimpun dana masyarakat maupun dalam mendistribusikan kembali berbentuk kredit.

Total Dana Pihak Ketiga yang mampu dihimpun selama tahun 2021 tercatat sebanyak Rp 11,53 Miliar atau tumbuh 16,46 persen secara year on year. Dari dua produk penghimpun dana, keduanya sama sama menghasilkan pertumbuhan. Total dana tabungan yang mampu dihimpun selama tahun 2021 tercatat sebanyak Rp 7,38 Miliar. Sementara itu dana deposito hingga 31 Desember 2021 tercatat sebanyak Rp 4,15 Miliar atau tumbuh 50,36 persen secara year on year.

Bertumbuhnya Dana Pihak Ketiga tentulah membuat beban bunga terkatrol naik. Total beban bunga kontraktual hingga akhir Desember 2021 tercatat sebanyak Rp 671 Juta dan Beban Operasional tercatat sebanyak Rp 4,54 Miliar atau tumbuh 5,83 persen secara year on year.

Kredit dan Pendapatan

Sejalan dengan Dana Pihak Ketiga, kinerja kredit sepanjang tahun 2021 juga berhasil tumbuh double digit. Dari audit yang dilakukan Per 31 Desember 2021 tercatat total kredit yang mampu disalurkan sebanyak Rp 17,96 Miliar.

Baca Juga:  Duo Penulis Sumbar Tembus Antologi Penyair Asia Timur

Realiasi kredit ini tercapai malampaui target yang dituangkan dalam Rencana Bisnis Bank. Selain sukses melampaui target dan tumbuh diatas rata rata kredit nasional, realisasi kredit BPR Sipora mentawai juga bertumbuh 15,13 persen secara year on year.

Bertumbuhnya realiasi kredit tentulah berdampak positif pada kinerja pendapatan. Total pendapatan bunga yang mampu dibukukan selama tahun 2021 tercatat sebanyak Rp 4,90 Miliar. Sedangkan pendapatan lainnya tercatat sebanyak Rp 225 Juta. Secara akumulasi total pendapatan selama tahun 2021 tercatat sebanyak Rp 5,12 Miliar.

NPL, BOPO dan RoA

Selain sukses bertumbuh double digit, kinerja PT BPR Sipora ditahun 2021 juga terlihat bagus dari indikator kualitas assetnya. Seluruh indikator utama berhasil dikelola dengan baik.

Seperti kualitas kredit. Walau mampu melakukan ekspansi kredit dengan baik namun kualitas kredit mampu dijaga dengan baik. Buktinya ratio Non Performance Loan berhasil diturunkan hingga menjadi 0,51 persen. Artinya, dari Rp 17,96 Miliar kredit yang disalurkan 99,49 persenya berada dalam status sehat dan lancar.

Sementara itu dari tata kelola usaha dan pemaksimalan asset, manajemen juga terbilang sukses. Buktinya ratio Return on Asset berhasil ditingkatkan menjadi 3,05 kali. Sedangkam ratio biaya juga terlihat cukup bagus.

Buktinya, realiasi ratio Biaya Operasional berbanding Pendapatan Operasional (BOPO) berhasil ditekan hingga ke angka 88,76 persen. “Akumulasi kinerja yang baik ini membuat laba bersih usaha mampu bukukan sebanyak Rp 503 Juta”, ujar Alfianto.

Raih Top BUMD 2022

Keberhasilan manajemen PT BPR Sipora selama tahun 2021 kembali membuahkan apresiasi. Untuk tahun buku 2021 BPR Sipora kembali meraih Top BUMD AWARD dari Infobank.

Penghargaan ini juga merupakan kolaborasi Infobank dengan Perbamida (persatuan bank perkreditan rakyat milik pemerintah daerah dan Asosiasi Bank Pembangunan Daerah. Penghargaan ini merupakan untuk yang ketiga kalinya secara berturut turut.

“Alhamdulillah kita kembali mendapatkan apresiasi atas kerja keras bersama selama ini. Semoga saja penghargaan Top BUMD 2022 ini bisa menjadi motivasi bagi kami untuk bisa bekerja lebih baik lagi”, tukas Alfianto.

PT BPR Sipora Mentawai merupakan BPR yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh Pemkab Kepulauan Mentawai. BPR yang berkantor pusat di Pulau Sipora, Kabupaten Kepulauan Mentawai ini semenjak empat tahun terakhir terlihat selalu berkinerja sangat bagus. Setiap tahunnya selalu saja ada lompatan kinerja yang mampu disuguh untuk para pemegang sahamnya. (two)