Rokok Ilegal Marak di Pasaman, Satake: Kami Akan Selidiki Kasus Ini!!

67

Rokok ilegal atau tanpa cukai beredar bebas di Kabupaten Pasaman. Rokok berbagai merek itu mudah didapatkan di warung-warung, seperti di Kecamatan Lubuksikaping dan beberapa kecamatan lainnya di Pasaman.

Meski harganya sangat terjangkau, namun tentunya akan mengurangi penerimaan negara karena ilegal. Anto, warga Lubuksikaping sangat mengeluhkan beredarnya rokok tersebut.

Ia menyebut, di banyak warung di Pasaman, sangat mudah mendapatkan rokok ilegal itu.
Ia sendiri heran, kenapa barang ilegal itu bisa masuk ke Pasaman dengan mudah.

Menurutnya, jika barang ilegal beredar yang diuntungkan hanya pihak tertentu. Pemerintah atau negara akan merugi karena tidak ada pendapatan yang diterima sementara barang ilegal itu bebas beredar. “Sudah seharusnya ini ditindaklanjuti,” ujarnya.

Maraknya peredaran rokok tanpa pita cukai itu dinilai ada pembiaran oleh pihak yang berkompeten. Sementara itu, salah seorang pemilik kios yang tidak ingin disebutkan namanya mengaku kecewa bebasnya diperjualbelikan rokok ilegal tersebut.

Hal itu berpengaruh pada penjualan rokok yang bercukai. Menurutnya, peredaran rokok itu harus dihentikan dan bila perlu Bea Cukai turun ke Kabupaten Pasaman untuk melakukan sidak atau razia.

“Kita sangat berharap, peredaran rokok itu segera ditertibkan. Selain merugikan pedagang rokok bercukai, juga merugikan negara termasuk pemerintah daerah,” ucapnya.

Sementara itu, seorang pemilik warung lainnya menyebut, rokok tanpa pita cukai itu bermacam merek. Namun merek Luffman dan H Mind yang paling laris.

“Karena harganya murah, sehingga tergolong paling laku dijual. Memang masih ada merek lain, tetapi tidak selaris Luffman dan H Mind,” ujarnya.

Baca Juga:  Kompetisi Kreasi Pewarta Anak Bangsa 2022 Gojek Dimulai

Rokok itu harganya Rp 10 ribu per bungkus dan jika membeli satu pack seharga Rp 70 ribu – Rp 80 ribu, sedangkan H Mind seharga 11 ribu per bungkus, sehingga banyak peminatnya.

Katanya, rokok ilegal itu tidak hanya diperjualbelikan di Lubuksikaping, tetapi sudah hampir semua kecamatan di Kabupaten Pasaman.

Ia mengaku mengetahui rokok Luffman dan H Mind itu ilegal. Namun, karena banyak yang mencari dan pasokan lancar, sehingga ia diperjualbelikan.

Sementara Ketua DPD Sumbar LSM Forum Peduli Bangsa Indonesia (Fopbindo), Ahmad Husein mengharapkan kepada pemerintah daerah dengan unsur Forkopimda Pasaman dan bekerjasama dengan Bea Cukai untuk memberantas peredaran rokok ilegal tersebut.

“Kita minta pemerintah dan forkopimda menggempur keberadaan rokok tanpa cukai. Karena sudah melanggar Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007. Dan pelaku bisa dijerat dengan pidana 1 sampai 5 tahun penjara,” ujarnya.

Menyikapi itu, Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu menyebutkan pihaknya akan menyelidiki dan mengecek ke lapangan terkait persoalan itu. “Kami akan selidiki kasus ini,” ujarnya.

Katanya, kepolisian akan menindak tegas siapa yang melanggar hukum. Termasuk pelaku peredaran rokok ilegal ini. “Jika masyarakat mendapatkan informasi adanya tindak pidana serta pelanggaran, laporkan ke kepolisian terdekat, data akan kami rahasiakan,” ujar Satake.

Masyarakat bisa juga melaporkan melalui aplikasi E-dumas dan indentitas pelapor juga dirahasiakan. “Setelah laporan masuk, pihak kami akan menindaklanjuti laporan tersebut,” tukasnya.(wni/rid)