Kendalikan Covid-19 Sumbar, Pendatang mesti Dites Swab

ilustrasi. (IST)

Peningkatan drastis warga Sumbar yang terkonfirmasi positif Covid-19 hari ini (31/7/2020) menjadi perhatian banyak pihak. Apalagi pertambahan 40 kasus itu awalnya berasal dari dari luar ranah Minang.

Inisiator GWA Kawal Covid-19 Sumbar Sari Lenggogeni menilai hal tersebut terjadi tidak lepas dari mulai longgarnya pengawasan terhadap kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan.

Kemudian, pendatang yang masuk ke Sumbar tidak lagi wajib swab PCR seperti pada masa PSBB karena sudah masuk adaptasi kebiasaan baru, tapi bisa pakai rapid test yang hasilnya dinilai tak akurat.

Selain itu, kedisiplinan masyarakat dalam menggunakan masker yang sering ditaruh di dagu dan leher, tidak menjaga jarak ketika bertemu serta ketidakpercayaan terhadap Covid-19.

Padahal, setiap orang berpotensi untuk tertular dan berpotensi menularkan ke orang lainnya dengan tanpa gejala.

“Maka, perlu adanya sosialisasi dan pengawasan yang masif lagi dalam penerapan protokol kesehatan. Selain itu, perlu konsisten melakukan swab PCR terhadap orang yang masuk ke Sumbar, bukan rapid test,” tegas Sari yang juga pakar pariwisata dari Universitas Andalas Padang.

Hal hampir senada diungkapkan Ekonom Sumbar Elfindri. Menurutnya, perlu direviralisasi lagi kampanye pakai masker.

“Kalau mungkin galang kampanye pakai masker, dan lakukan kunjungan ke tempat-tempat keramaian satu dua hari. Jika tidak dipatuhi, polisi diturunkan untuk mengejar dan mengamankan orang-orang abai dan menilang yang tidak pakai masker,” jelasnya dalam GWA Kawal Covid-19.

Ketua Gugus Tugas Covid-19 RSUP M Djamil Padang Irvan Medison mengatakan meski masih terkendali, tapi peningkatan kasus itu perlu diwaspadai.

“Kita tetap waspada mengingat masyarakat sudah banyak yang tidak peduli kesehatan. Banyak yang tidak pakai masker di tempat keramaian. Apalagi saat lebaran haji ini banyak dunsanak kita datang dari luar kota. Maka, ada risiko kasus impor dari daerah lain,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Unand Dr dr Andani Eka Putra membenarkan adanya kecenderungan peningkatan kasus Covid-19 di Sumbar.

Dijelaskan Andani, sebagian besar kasus awal berasal dari luar Sumbar, seperti dari Medan, Jakarta, Surabaya, Palangkaraya dan lainnya. Oleh karena  itu, perlu dukungan informasi dari wali nagari/lurah/RT/RW pada semua pendatang.

Selain itu, perlu peningkatan pemahaman terkait protokol Covid-19 yang harus dirancang mulai dari grup kecil masyarakat, seperti nagari.

“Saat ini kami sedang membuat rancangan ini dengan buya Masoed Abidin (ulama Sumbar, red),” kata Direktur RS Unand ini.

Mengingat sumbernya banyak dari luar, maka Andani mengimbau agar melakukan tes swab PCR saat pulang dari luar provinsi.

“Di bandara sudah disediakan tempat swab gratis, kenapa tdk digunakan secara optimal? Berapapun sampel yang masuk, kita di lab bersedia menerimanya,” tuturnya.

Dia mengingatkan kepada semua pihak agar tidak saling menyalahkan karena ini tanggung jawab bersama.

“Mari berlomba membuat sesuatu yang nyata dan konkret untuk pengendalian Covid-19. Salah satunya mencari solusi agar masyarakat patuh protokol Covid-19,” ingatnya.

Sumberpenularan utama adalah dalam keluarga, sehingga jika sayang keluarga, maka patuhi protokol covid saat di luar. Pola penularan lain saat makan bersama dengg teman, di kantor dan sebagainya.(esg)