Pohon Tumbang, Dua Rumah Rusak  

21
ilustrasi. (net)

Dua unit rumah warga di Kabupaten Agam rusak diterjang angin puting beliung. Cuaca ekstrem juga mengakibatkan pohon tumbang di pemukiman warga dan jalan raya. Kendati demikian, tidak ada korban jiwa dari peristiwa tersebut.

Berdasarkan data Pusdalops BPBD Kabupaten Agam, bencana angin kencang dan puting beliung itu melanda sejumlah wilayah sejak Agam Selasa (29/9) siang. Dua unit rumah warga dilaporkan rusak, satu rumah diterpa angin dan satunya lagi ditimpa pohon tumbang.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Agam, Syafrizal menyebut, satu rumah warga milik Riko Kelana, 42, rusak dihantam puting beliung di Jorong Palikua Panganangan, Nagari Kototangah, Kecamatan Tilatangkamang. Kepada korban telah diberikan bantuan logistik, terpal dan selimut.

Sedangkan satu rumah lagi milik Kanut, 53, rusak ditimpa pohon tumbang akibat angin kencang berada di Jorong Sinikair, Nagari Malalak Selatan, Kecamatan Malalak. Material pohon telah dibersihkan oleh anggota Satgas BPBD Agam, kemarin sore.

”Kerugian ditaksir mencapai puluhan juta. Namun, rumah-rumah mereka masih bisa ditempati. Rumah rusak di bagian atap dan dinding dapur,” kata Syafrizal, Rabu (30/9).
Selain menimbulkan kerusakan terhadap rumah warga, lanjut Kabid, juga terdapat pohon tumbang ke jalan yang memutus lalu lintas warga. Ini terjadi di Nagari Sianok, Kecamatan IV Koto, persisnya di Kelok S Pandukuan Jambak.

Baca Juga:  Sumbar Agro jadi Alasan Sejumlah Masyarakat Bawan Dukung Mualim

”Laporan dari kawan-kawan Pusdalops di lapangan, pohon tumbang juga terjadi di sana. Tumbang ke jalan dan sempat memutus lalu lintas warga dari dua arah Bukittinggi-Lubukbasung beberapa jam. Selasa juga sudah mulai sore, material pohon sudah dibersihkan,” sebutnya.

Terpisah, Wali Nagari Kototangah, Amrizal Gunawan Dt Maruhun menyebut, rumah warganya yang rusak merupakan rumah kayu berukuran 4×6 meter. Sebelumnya, rumah itu memang sudah kurang layak untuk dihuni.

”Sekarang kita di nagari dan jorong bersama masyarakat, tengah mengupayakan perbaikan rumah yang rusak akibat diterjang angin kencang itu,” ujarnya. Pihaknya akan berupaya melakukan perbaikan, agar rumah itu bisa kembali dihuni Riko Kelana. Rencananya tahun depan akan dimasukkan ke dalam program bedah rumah. (p)