Tukang Ojek Dibegal Penumpang, Kejadian di Simpang Bukareh Nagari Kapau

11
Ilustrasi tukang ojek kena begal.(NET)

Seorang pria paruh baya yang berprofesi sebagai tukang ojek pangkalan Pasar Banto, Kota Bukittinggi, jadi korban begal di Simpang Bukareh, Nagari Kapau, Kecamatan Tilatangkamang, Kabupaten Agam, Selasa (30/11).

Dia dibegal oleh penumpangnya sendiri. Peristiwa pencurian dengan kekerasan itu dilaporkan terjadi sekitar pukul 04.00. Korban berinisial HW, 48, warga Kelurahan Puhun Pintu Kabun, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan (MKS), Bukittinggi.

Kapolsek Tilatangkamang, Iptu Rommy Hendra mengatakan, korban dibegal oleh dua pria tak dikenal. Modus pelaku yakni dengan berpura-pura menjadi penumpang. Pelaku memesan ojek kemudian meminta diantarkan ke sebuah alamat.

“Dalam perkara ini, korban yang merupakan tukang ojek didatangi oleh pelaku dan diminta untuk mengantarkannya ke wilayah Kapau,” katanya.

Kronologis pembegalan itu lanjutnya, dimulai dari korban mendapat orderan mengantarkan seorang penumpang dari Pasar Banto menuju arah Kapau dengan sewa Rp 20 ribu. Setiba di Simpang Bukareh, di tempat gelap dan sepi telah menunggu seorang pria di tepi jalan yang merupakan teman dari penumpang ojek korban.

“Si penumpang lantas meminta korban untuk berhenti di dekat pria yang menunggu tersebut. Setelah berhenti, si penumpang ini pura-pura minta uang ke temannya itu,” katanya.

Tak lama berselang, si penumpang langsung beraksi mencekik korban. Sementara si pria yang menunggu di tepi jalan seketika mengeluarkan senjata tajam jenis pisau dan mengarahkannya ke perut HW.

Korban yang memberikan perlawanan berusaha memegang bilah pisau tersebut. Hingga telapak tangan dan tiga jarinya terluka cukup parah.

Upaya perlawanannya itu, korban berhasil melepaskan diri dari cekikan pelaku dan langsung melarikan diri ke sawah di sekitar kawasan itu. Motor yang tertinggal langsung dibawa kabur kedua kawanan begal tersebut.

Setelah kejadian, korban kemudian ditolong oleh pengendara lain yang lewat dan membawanya ke polsek. Kemudian, anggota polsek membawa korban untuk berobat ke puskesmas dan dirujuk ke RSAM Bukittinggi.

“Kasus ini masih kami selidiki. Penyidik akan melakukan pemeriksaan terhadap CCTV sekitar kejadian,” ujarnya.

Selain menderita luka robek di jari tangan sebelah kiri, korban mengalami kerugian sekitar Rp 6 juta atas kejadian itu. Menyusul sepeda motor Honda Revo Hitam bernopol BA 2217 LS yang dipakai korban mengojek berhasil dibawa kabur pelaku. (ptr)