Tertular dari Seorang Warga di Payakumbuh, Warga Agam Diduga Positif Korona

Hampir dua bulan menggencarkan upaya pencegahan, virus korona akhirnya merambah ke Kabupaten Agam. Seorang warga Agam yang bekerja sebagai pedagang rokok diduga sebagai kasus pertama positif virus berbahaya itu. Pria berinisial JD, 62 tahun itu tercatat berdomisili di Nagari Padangtarok, Kecamatan Baso.

Kepastian informasi positif Covid-19 itu merupakan hasil swab Laboratorium Fakultas Kedokteran Unand yang dilaporkan ke Pemerintah Kota Payakumbuh, Jumat (1/5). Dinas Kesehatan Payakumbuh langsung mengabarkan Dinas Kesehatan Agam atas status JD.

“Menurut informasi Dinkes Kota Payakumbuh memang ada warga Padangtarok yang kontak dengan keluarga (Pasien Positif Covid-19) di Payakumbuh. Petugas sekarang sedang melacak ke rumahnya,” ujar Kepala covid, dr Indra Rusli via pesan Whatsapp.

Informasi yang dihimpun Padang Ekspres, setiap hari JD berangkat dari Kabupaten Agam menuju Kota Payakumbuh. Selain berjualan rokok, JD juga dilaporkan bekerja sebagai sopir angkot. Dugaan sementara ia terpapar setelah menjalin kontak dengan pasien positif berinisial EM yang juga berdagang di area pasar tersebut.

Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Baso Iptu Yustian Syaiful via telepon selulernya mengaku sedang bertugas memberikan pengamanan. Tim gugus tugas Covid-19 dilaporkan sedang mendatangi kediaman JD.

“Benar warga Agam. Bersama Pak Camat, Pak Danramil dan tim gugus tugas Covid-19 kami sudah melihat kartu keluarga (KK) yang bersangkutan. Sekda Agam, Dinas Kesehatan dan petugas medis sedang di lokasi memeriksa kesehatan pasien beserta anggota keluarganya,” jelas Iptu Yustian.

JD merupakan pasien positif yang tidak menunjukkan gejala seperti demam, batuk dan sesak nafas. Di kediamannya itu, JD tinggal bersama dua orang putri kandungnya. Lantaran berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG), maka JD dan keluarganya bakal menjalani isolasi mandiri di rumah.

Kapolsek Baso meminta warga setempat memberikan dukungan dan bergotong royong membantu pasien tersebut. Pihaknya juga siap memberikan rasa aman kepada pasien serta warga setempat. “Kami harap tidak ada penolakan bagi keluarga pasien atau pun pengucilan. Penyakit ini bukanlah aib yang harus dijauhi, melainkan dilawan secara bersama,” pintanya.

Dikonfirmasi terpisah, Humas RSAM Bukittinggi, Murshalman Chaniago menyebut pihaknya hanya menerima dua pasien terbaru positif Covid-19 dari Kota Payakumbuh. “Benar pak. Masuk dua orang positif dari Kota Payakumbuh pukul 11.30 WIB tadi. Laki-laki berinisial AL, 68 tahun dan perempuan berinisial ER, 52 tahun. Keduanya dirujuk dari Puskesmas Ibuh,” ujarnya.

Murshalman menekankan, dengan masuknya pasien dari Kota Payakumbuh tersebut, hari ini Jumat 1 Mei 2020, maka jumlah pasien isolasi Covid-19 berjumlah 7 orang. Dengan rincian 4 positif dan 3 PDP. “Yang positif, tiga warga Kota Payakumbuh (EM, AL dan ER) serta satu warga Pesisir Selatan,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Harian Gugus Tugas Covid-19 Agam, Martias Wanto juga membenarkan hal itu. Bersama tenaga medis dan sejumlah pihak terkait dia langsung menuju kediaman pasien JD.

Kronologisnya, diceritakan Martias Wanto, JD setiap pagi berdagang di Kota Payakumbuh dan malam hari pulang ke Kabupaten Agam. Karena ada riwayat kontak dengan pasien positif di sana, sampel swabnya diambil oleh Dinkes Payakumbuh.
“Lokasinya terpapar di Kota Payakumbuh. Dia tinggal bersama dua anaknya di Kabupaten Agam,” jelasnya. (ryp)