Empat Warga Baso Negatif Covid-19

Ruang Isolasi di RSAM Bukittinggi.

Pasien positif Covid-19 pertama di Kabupaten Agam pria berinisial JD, 62 tahun, telah dirawat di RSAM Bukittinggi bersama kedua anaknya yang sedang menunggu hasil swab. Namun empat orang kerabat yang juga menjalin kontak dengan JD yaitu, BM, SF, HH dan NN, dinyatakan negatif setelah hasil swabnya diketahui lebih awal Minggu, (3/5).

“Sementara dari hasil tracking tahap kedua, didapat delapan orang lagi yang pernah kontak dengan NN,” ujar Bupati Agam, Indra Catri seraya meminta agar tracking diteruskan ke derajat berikutnya, bahkan harus sampai pada level aman.

Ditambahkan, bagi yang sudah di tracking segera diambil swab-nya dan diperiksa di labor. Kita saat ini merasa sangat khawatir karena berdasarkan informasi yang beredar di antara mereka dalam minggu ini bahwa sudah ada yang berpergian ke Pakan Baso dan Pakan Piladang. Sedangkan pengunjung dan pedagang pada kedua pakan tersebut sejak dulu terbilang padat dan saling terkait satu sama lain. “Kita memang tidak boleh berandai-andai, namun tingkat kewaspadaan perlu dipertinggi,” ujar Indra Catri.

Indra Catri mengatakan, bahwa dengan keluarnya hasil labor tersebut, pihaknya berharap masyarakat yang terkontak lainnya dengan mereka juga akan negatif. “Namun kita juga tidak mau kecolongan karena masih ada sekitar delapan orang lagi dari hasil tracking tahap II yang akan segera diambil swab-nya. Ini penting diketahui untuk menenukan status mereka. Selanjutnya apakah akan diteruskan isolasinya sebagai ODP atau tidak,” tambahnya.

Terkait hal itu, Gugus Tugas Covid-19 Agam menyatakan akan lebih intensif lagi melakukan koordinasi dengan Kota Payakumbuh serta Kabupaten dan kota lainnya di Sumbar guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Pihaknya menyadari bahwa cukup banyak warga Kota Payakumbuh dan kota lainnya yang bertetangga dengan Agam memiliki kerabat di Agam dan ini jelas tidak akan terpantau habis pergerakanya ke Agam.

Begitu juga sebaliknya, cukup banyak warga Agam yang memliki usaha di Payakumbuh dan kota lainnya yang juga tidak terpantau habis pergerakannya oleh GTP2 Covid-19 Agam. “Melalui koordinasi yang baik antar daerah tentunya akan lebih memudahkan dalam melakukan pemantauan serta pengawasan sesuai dengan protokol penanganan Covid-19,” tukas Indra Catri. (ryp)