Pemkab Agam Perluas Area Tracking

Ilustrasi positif Covid-19. (INTERNET)

Sederet kebijakan diupayakan Pemerintah Kabupaten Agam, dalam membendung virus korona (Covid-19). Menyusul adanya kasus positif korona perdana di wilayah Agam, yang idap JD, 62 tahun, yang merupakan warga Kecamatan Baso.

Kendati masuk kategori OTG (Orang Tanpa Gejala), JD dinyatakan positif terpapar Covid-19 setelah pemeriksaan swab-nya diambil Pemko Payakumbuh dan dikirim ke Laboratorium FK Universitas Andalas. Kemudian hasil swab diumumkan Jumat siang, (1/5).

Pemko Payakumbuh mencatat JD sebagai pasien positif kelima, sedangkan Pemkab Agam menerimanya sebagai kasus perdana.

Ketua Gugus Tugas Covid-19 Agam, Martias Wanto, Minggu (3/5), menceritakan JD setiap pagi berdagang di Kota Payakumbuh dan malam hari pulang ke Kabupaten Agam. JD diuji swab karena memiliki riwayat kontak dengan pasien positif di sana.

Dijelaskan Martias, JD tercatat berdomisili di Kelurahan Nunang Daya Bangun, Kecamatan Payakumbuh Barat. Dia menikah dengan warga Kabupaten Agam dan dikaruniai dua anak perempuan. Sejak ditinggal almarhumah istrinya beberapa tahun lalu, JD bolak-balik Payakumbuh-Agam untuk bekerja dan menghidupi keluarganya.

“Lokasinya terpapar di Kota Payakumbuh. Dia tinggal bersama kedua anaknya di Kabupaten Agam. Saat ini yang bersangkutan sudah dirawat di RSAM Bukittinggi bersama dua orang anaknya,” jelas Martias.

Setelah penelusuran riwayat kontak dilakukan, JD diketahui berinteraksi sosial dengan empat orang keluarga istrinya.

“Empat orang itu adalah kakak perempuan istri beserta anaknya, kakak laki-laki istrinya serta satu orang temannya. Mereka langsung diisolasi di Badan Diklat Kemendagri di Baso,” tutupnya.

Atas kasus perdana itu, Bupati Agam, Indra Catri mengakui pertahanan menghadang corona berbasis nagari (desa adat) mulai jebol. Karenanya, ia mengaku tidak tertutup kemungkinan pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akan diperpanjang.

Indra Catri juga mengintruksikan jajarannya agar segera melakukan monitoring dan tracking pergerakan JD dan keluarga beberapa hari sebelumnya. Dia juga meminta tim gugus tugas agar segera mengambil tindakan penanganan untuk memperingatkan warga dari bahaya Covid-19.

“Monitor dan tuntaskan proses tracking-nya. Kita tak mau kecolongan dan ambil resiko. Kasus ini bisa dijadikan argumen untuk melanjutkan PSBB tahap II,” kata Indra Catri. (ryp)