Empat Puskesmas di Agam Ditutup Sementara, Pasien Positif Kedua Teridentifikasi

Lawan Covid-19.

Satu lagi warga Kabupaten Agam teridentifikasi positif terpapar Covid-19. Pasien tersebut telah dirawat di RSAM Bukittinggi sejak Kamis (30/4). Berdasarkan hasil pemeriksaan swab-nya oleh pihak RSAM Bukittinggi ke labor Unand Padang, dinyatakan positif covid-19 pada Minggu (3/5) malam.

Namun hasil tracking belakangan diketahui pasien tersebut telah banyak berbaur dengan warga di tiga kecamatan, termasuk dengan tenaga medis di Puskesmas Baso, Puskesmas Biaro, Puskesmas Magek dan Puskesmas Pakankamih. Di mana, keempat Puskesmas ini ditutup sementara, kecuali untuk layanan IGD.

Informasi yang dihimpun Padang Ekspres, pasien berinisial AG, 62, merupakan warga Kotobaru, Kecamatan Baso. Daerahnya yang terletak di perbatasan tiga kecamatan membuatnya leluasa berpergian untuk berobat sebelum akhirnya dirujuk ke RSAM Bukittinggi.

Pasien ini pernah berobat ke Puskesmas Baso, seorang bidan di Puskesmas Magek, dan memiliki seorang anak berprofesi dokter di Puskesmas Pakankamih. Bahkan anak dokter Puskesmas Pakankamih juga sering berinteraksi dengan rekan sejawatnya dokter di Puskesmas Biaro.

Sambil menunggu hasil swab tenaga kesehatan di empat Puskesmas tersebut, operasional Puskesmas dihentikan sementara, kecuali layanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Begitu mendapat informasi hasil positif covid-19 tersebut, Bupati Agam, Indra Catri langsung memimpin pertemuan dan mengarahkan agar gugus tugas Covid-19  Agam segera menelusuri serta men-tracking keberadaan dan perjalanan “AG” sebelumnya.

“Tracking cepat dilaksanakan terlebih dahulu terhadap orang-orang yang langsung berinteraksi dengan beliau. Hasilnya, pada level I diperoleh data awal dan dapat dibagi dalam dua ketegori. Pertama ada empat orang anak, 3 orang cucu, dan satu orang menantu. Kedua, satu orang bidan, dan beberapa orang petugas puskesmas,” jelasnya.

Indra Catri meminta kepada gugus tugas, agar semua yang terjaring dalam level I ini langsung diambil swab-nya dan diperiksa di laboratorium. “Pagi ini, (kemarin, red) telah diambil swab-nya orang yang berinteraksi langsung dengan pasien. Kita juga berharap agar hasilnya labornya dapat diterima sebagai bahan kebijakan lebih lanjut,” tegasnya.

Informasi dari Wali Nagari Kotobaru, Erman Zamro informasi yang diperoleh, AG sehari-hari bekerja membuat peralatan memancing, khususnya membuat pengapung pancing. “Biasanya beliau membeli bahan dasar dan mengantar hasil produksinya ke Pasar Auakuniang di Kota Bukittinggi,” katanya.

Bahkan pada 21 April 2020, AG diketahui pergi ke Pasar Raya di Kota Padang bersama menantunya mengantar pengapung pancing hasil produksinya. “Selang beberapa hari kemudian beliau kembali berbelanja bahan ke Pasar Auakuniang, Kota Bukitinggi,” sebutnya.

Bupati Agam, Indra Catri sangat mencemaskan pergerakan AG yang terkesan tidak mengindahkan ketentuan untuk berdiam di rumah dalam masa PSBB. Apalagi, kemudian juga diketahui bahwa pada Jumat, 24 April 2020 tepatnya pada 1 Ramadhan 1441 H, AG juga ikut shalat Jumat di Mesjid Muchlisin Surau Labuah Panampuang.

“Sorenya beliau mengeluhkan kurang enak badan. Pada Sabtu, 25 April, yang bersangkutan di bawa berobat ke salah seorang bidan di Kecamatan Kamangmagek. Setelah itu, beberapa kali datang berobat lanjutan ke Puskesmas Baso. Terakhir pada 30 April 2020, dan langsung dirujuk Puskesmas Baso ke RSAM Bukittinggi,” jelas Indra Catri.

Ketika ditanya adakah hubungan kasus “AG” dan “JD” yang sebelumnya juga terungkap sebagai pasien teridentifikasi covid-19 di Padangtarok, Kecamatan Baso, Indra Catri menjawab belum dapat dibuktikan.

“Sepertinya sangat berbeda. AG berkemungkinan menjemput virus corona ke luar Agam lalu menularkan di Agam. Sementara “JD” mengatarkannya ke Agam dan bisa jadi menyebarkannya. Kita tentunya sangat prihatin dan berharap semoga penyebarannya belum begitu meluas. Tracking masih dalam proses. Jadi kita belum bisa mengambil kesimpulan dan tindakan lebih jauh,” tuturnya.

Bupati Agam bersama Forkopimda, hingga kini terus mengingatkan kepada masyarakat, Pengurus Pasar serta Pengurus Masjid bahwa saat ini tidak waktunya lagi untuk berdebat tentang protokol penanganan covid-19 ini, baik untuk aktivitas di masjid atau surau, pasar dan tempat keramaian lainnya.

“Mari kita mematuhi maklumat ulama demi kebaikan bersama. Dapat dibayangkan apabila ODP level I yang di-swab hari ini (kemarin, red) terdapat  beberapa orang yang positif, maka kita akan bekerja keras untuk melanjukan tracking lanjutan sampai pada posisi yang dianggap aman,” sambungnya.

Kepada para Wali Nagari dan Camat, Indra Catri mengingatkan agar lebih tegas lagi dalam melaksanakan penanganan covid 19, sesuai dengan protokol yang telah ditentukan dan selalu berkoordinasi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Kabupaten Agam.

“Mari kita perkuat lagi Benteng di nagari masing-masing untuk menghadang penyebaran covid 19 ini,” pungkas Indra Catri.
Ketua Gugus Tugas Covid-19 Agam, Martias Wanto menjelaskan, sederet upaya telah ditempuhnya bersama jajaran terkait terutama melakukan pendataan semua kontak pasien.

“Kami sudah ambil swab orang yang kontak langsung dengan pasien. Termasuk dengan para tenaga medis yang sempat berinteraksi dengan pasien di Puskemas Pakankamih. Kemudian staf Puskesmas Baso serta bidan yang berdinas di Puskesmas Magek,” terangnya.

“Selain IGD, untuk sementara pelayanan di Puskesmas Baso, Puskesmas Biaro, Puskesmas Magek dan Puskesmas Pakankamis kita tutup,” imbuhnya.

Dengan penambahan ini, maka warga Sumbar yang terkonfirmasi positif terinfeksi covid-19 menembus angka 203 orang. Bersamaan dengan pasien asal Kabupaten Agam itu, total penambahan kasus positif di Sumbar pada Senin (4/5) berjumlah 8 orang.

“Kabupaten Agam kembali terkonfirmasi warganya positif terinfeksi covid-19. Telah dua orang warga Agam positif terinfeksi. Seorang pria usia 62 tahun asal Kotobaru, terpapar dari keluarganya yang baru pulang dari Batam. Sekarang dirawat di RSUD Achmad Mochtar Bukittinggi,” ujar Kepala Biro Humas Setda Prov Sumbar, selaku Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumbar, Jasman Rizal, Senin (4/5). (ryp)