Dampak Bencana Pohon Tumbang Meluas

15
ilustrasi pohon tumbang. (net)

Dampak bencana pohon tumbang di Kabupaten Agam kian meluas. Kejadian yang dipicu cuaca ekstrem dalam sepekan terakhir itu dilaporkan merusak puluhan rumah beserta belasan fasilitas umum tersebar di 16 kecamatan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam mencatat, sebanyak 82 rumah rusak setelah jadi titik mendaratnya material pohon tumbang. Selain itu, juga sempat menutup 12 titik akses jalan dan menimpa 15 unit fasilitas umum berupa sarana puskesmas, sekolah, makam pahlawan, intake PLTA, rumah gadang dan jaringan listrik.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Agam, Syafrizal menyebut, serangkaian peristiwa itu diestimasikan menimbulkan kerugian mencapai Rp 946,4 juta meski tidak memakan korban jiwa. Terkait penanganan material pohon katanya, sudah hampir sepenuhnya tuntas dilakukan tim satgas bencana.

”Setiap menerima laporan kejadian, kami langsung ke lokasi menangani. Material pohon yang menimpa rumah, jalan dan sarana umum lainnya langsung dibersihkan setelah kami dapat laporannya,” kata Syafrizal, Selasa (6/4). Dijelaskannya, Kabupaten Agam dan sekitarnya dilanda cuaca ekstrem berupa hujan disertai angin kencang sejak sepekan terakhir. Pohon-pohon mulai bertumbangan sejak akhir Maret lalu.

Sejauh ini lanjutnya, terdata 109 titik kejadian pohon tumbang di 16 kecamatan. Rekapan sementara sudah ada 82 unit rumah warga jadi sasaran tempat mendarat material pohon. Sebanyak 15 unit di antaranya rusak berat, 31 unit rusak ringan dan sisanya rusak sedang.

Kerusakan yang ditimbulkan bervariatif. Rata-rata di bagian atap, dapur, kanopi dan pagar rumah. Dampak terparahnya sejumlah rumah rata dengan tanah. Selain itu, 12 akses jalan sempat tertutup dan 15 fasilitas umum lainnya ikut terdampak material pohon tumbang.

Sebaran wilayahnya, kata kabid, lima rumah dan satu bangunan puskesmas rusak di Kecamatan Lubukbasung. Persisnya, dua rumah di Nagari Lubukbasung, dua rumah di Kampungpinang dan satu rumah di Garagahan. Sedangkan puskesmas terdampak yakni, Puskesmas Lubukbasung.

Kemudian di Kecamatan Tanjungraya, pohon tumbang merusak dua rumah di Nagari Sungaibatang, satu rumah di Nagari Koto Malintang dan satu rumah makan di Simpang Kotogadang Maninjau, serta Puskesmas Maninjau. Lalu, menutup ruas jalan di kawasan Batuanjing, ruas jalan Muko-muko menuju Sigiran dan ruas jalan provinsi Manggopoh-Padanglua di Lubuksao.

Sedangkan di Kecamatan IV Koto, pohon tumbang merusak tiga rumah di Nagari Balingka dan menutup akses jalan di Nagari Kotopanjang. Di Kecamatan Matur, merusak satu unit rumah di Nagari Matur Hilir dan menutup ruas jalan Kelok 44, tepatnya di tikungan 25, 35 dan 42.

Wilayah paling banyak pohon bertumbangan terdapat di Kecamatan Baso. Tercatat 10 rumah rusak di Nagari Tabekpanjang dan di Nagari Simarasok merusak 15 rumah, satu masjid, satu mushala dan dua kantor wali jorong.

Selanjutnya di Kecamatan Sungaipua, terdapat 20 rumah, satu masjid, satu MDA dan satu tiang listrik rusak dan patah di Nagari Padanglaweh. Di Kecamatan Banuhampu, satu rumah dan bangunan kantor rusak di Nagari Cingkariang. Di Kecamatan Ampeknagari, satu rumah rusak di Nagari Ampeknagari.

Kecamatan Tilatangkamang, lima rumah rusak di Nagari Kapau dan dua rumah di Nagari Gaduik. Kecamatan Kamangmagek, satu sekolah rusak di Nagari Kamang Hilir dan di Kamang Mudiak merusak cagar budaya makan pahlawan Tuanku nan Receh.

Kemudian di Kecamatan Palupuah, satu rumah rusak di Nagari nan Tujuah. Kecamatan Canduang, dua rumah rusak di Nagari Bukikbatabuah, satu rumah di Kotolaweh. Kecamatan Tanjungmutiara, terdapat satu rumah rusak di Nagari Tiku Utara, satu rumah di Nagari Tiku Selatan dan menimpa jaringan listrik di Nagari Tiku V Jorong.

Di Kecamatan Ampekangkek, satu rumah rusak di Nagari Pasia dan satu rumah di Nagari Panampuang. Kecamatan Malalak, pohon tumbang merusak tujuh rumah dan satu sarana ibadah di Nagari Malalak Selatan. Kecamatan Palembayan, Satu rumah rusak di Nagari Ampekkoto Palembayan dan satu rumah di Nagari Tigokoto Silungkang.

”Terbaru dilaporkan dua rumah warga kembali rusak ditimpa pohon tumbang berdiameter 80 sentimeter. Musibah itu menimpa kediaman warga di Jorong Sungaitampang, Nagari Tanjuangsani, Kecamatan Tanjungraya, sekitar pukul 01.00,” paparnya.

Pohon-pohon yang tumbang seperti durian, sawit, kelapa dan kayu besar lainnya. Rata-rata sudah berpokok tua dan lapuk sehingga tidak mampu menahan terjangan badai. Hingga kini katanya cuaca ekstrem masih melanda sebagian besar wilayah Agam. Pihaknya mengimbau agar warga lebih waspada dan siaga. ”Pohon yang berpotensi tumbang agar ditebang dan dipangkas,” tutupnya. (p)

Previous articleProkes Dilanggar, Virus Baru Menyebar
Next articlePuting Beliung Rugikan 31 Nagari