Perkuat Literasi Untuk Berdaya Saing, Temu Ramah Padek Dengan KGI Agam

12
JALIN KOMUNIKASI: Direktur Padang Ekspres M. Nazir Fahmi (dua dari kanan), Pemimpin Redaksi Revdi Iwan Syahputra (kanan), dan Redaktur Senior Pinto Janir (kiri) saat temu ramah dengan KGI Agam di SDN 05 Surabayo, Rabu (8/12).(IST)

Jajaran manajemen Harian Padang Ekspres (Padek) temu ramah dengan Komunitas Guru Inspiratif ( KGI) Kabupaten Agam, Rabu (8/12).

Selain merekat silahturahmi, gerakan itu juga untuk memperkuat kemitraan dalam upaya membangun gerakan literasi di kabupaten itu.

Hadir saat temu ramah Direktur Padang Ekspres M. Nazir Fahmi, Pemimpin Redaksi Revdi Iwan Syahputra, Manager EO Dicky Junaidi, Redaktur Senior Pinto Janir dan Perwakilan Tim Padek Lubukbasung.

Jajaran manajemen Padek ini disambut sekretaris KGI Agam yang juga Ketua Sanggar Singo Batino dan Kepala Sekolah SDN 05 Surabayo Darneswati, Kepala SDN 63 Surabayo, Zilfa, Pelatih Sanggar Singo Batino Zaharti berserta komunitas sanggar.

Direktur Padang Ekspres M. Nazir Fahmi mengatakan, membangun gerakan literasi bertujuan untuk memperkuat sinergi antara aktor-aktor kunci dalam sistem pendidikan.

Padek hadir dengan inovasi Laman Guru guna memperluas keterlibatan publik dalam pengembangan gerakan literasi di Sumbar, termasuk Agam.

“Literasi adalah kunci untuk berdaya saing. Memperkuat budaya literasi ini penting dalam rangka mewujudkan masyarakat berpengetahuan serta berkarakter ke depan dan Padek siap mendukung itu bersama mitra,” ujarnya.

Gayung bersambut, gerakan tersebut mendapat apresiasi KGI Agam. Gerakan tersebut selaras dengan hal yang mendasari terbentuknya KGI Agam.

Yakni bertujuan untuk pengembangan literasi dasar yang merupakan kecakapan hidup abad XXI seperti literasi baca tulis, numerasi, sains, digital, finansial, budaya dan kewargaan.

Baca Juga:  Light Up The Dream, Donasi Pegawai Listriki Warga Kurang Mampu

Sekretaris KGI Agam Darneswati mengatakan, terbentuknya KGI Agam dimaksudkan sebagai wadah pengembangan profesionalisme guru dari berbagai sisi. Selain itu juga bertujuan untuk pengembangan literasi.

“Komunitas ini berdiri pada 9 Februari 2021 atas inisiatif kawan-kawan guru saat pembacaan puisi di rumah Cobek Labrazzo. Kemudian dikukuhkan Bapak Bupati Andri Warman pada 21 Februari lalu,” katanya.

Di bawah bimbingan Redaktur Padek Pinto Janir, KGI Agam sudah melahirkan berbagai karya inspiratif yang ditulis oleh guru-guru kreatif. Ada buku antologi esai dan puisi, koran guru dan portal pendidikan Agammaju.com.

Koran guru dan website pendidikan merupakan wadah komunitas untuk guru-guru mempublikasikan karya tulisnya. Selain itu KGI Agam juga telah memiliki sanggar seni sastra musik dan tari “Singo Batino”.

Darneswati yang dipercaya menjabat Ketua Sanggar Singo Batino menyebut, keberadaan sanggar itu untuk melestarikan, menggembangkan, serta memasarkan seni dan budaya tradisi pada generasi muda, khususnya di Agam.

“Ini wadah untuk melestarikan kesenian tradisional Minangkabau, khususnya tari dan vocal anak nagari Lubukbasung. Di sini kami aktif mengembangkan minat dan bakat generasi muda khususnya tari tradisional dan olah vocal termasuk emasarkan hasil kesenian pada ajang kompetisi daerah dan nasional,” jelasnya. (ptr)